Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 6/3/2026). Perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran menimbulkan dampak besar di kawasan Timur Tengah. Penerbangan komersial menjadi salah satu sektor yang terkena dampak langsungf akibat memanasnya situasi Timur Tengah.
Sejak akhir pekan lalu, lebih dari 4.000 penerbangan tercatat dibatalkan berdasarkan data Flightradar24. Penutupan sejumlah bandara di kawasan tersebut turut memengaruhi berbagai penerbangan internasional, salah satunya rute dari Indonesia menuju Timur Tengah, Eropa, maupun destinasi lain yang membutuhkan transit di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, sedikitnya delapan maskapai telah mengeluarkan travel alert yaitu Qatar Airways, Etihad Airways, Saudi Airlines, Emirates, Turkish Airlines, Philippine Airlines, Malaysia Airlines, dan Oman Air.
Menyikasi situasi di kawasan Timur Tengah, online travel agent (OTA) pertama di Indonesia, tiket.com mengimbau para konsumen yang akan melakukan penerbangan internasional untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebagai OTA yang customer-centric, tiket.com terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi secara aktif dengan pihak maskapai guna memastikan konsumen memperoleh informasi serta bantuan yang diperlukan secara cepat dan akurat.
“Kami memahami bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah dapat menimbulkan kekhawatiran bagi konsumen yang memiliki rencana perjalanan internasional. Di tiket.com, keamanan dan kenyamanan konsumen selalu menjadi prioritas utama kami. Karena itu, kami terus memantau perkembangan situasi secara aktif dan berkoordinasi dengan mitra maskapai untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan perjalanan konsumen,” kata Andi Hendrawan, Director of Transportation, tiket.com.
Penerbangan langsung
Di tengah dinamika geopolitik tersebut, penerbangan internasional melalui kawasan lain masih beroperasi secara normal. Sejak meningkatnya ketidakpastian situasi, tiket.com mencatat adanya peningkatan minat terhadap penerbangan jarak jauh dengan opsi transit hub alternatif di luar Timur Tengah.
Selain itu, permintaan terhadap penerbangan langsung (direct flight) ke destinasi tujuan juga menunjukkan tren pertumbuhan seiring konsumen yang semakin mempertimbangkan rute perjalanan dengan konektivitas penerbangan yang lebih stabil.
Permintaan perjalanan ke Eropa pun tetap menunjukkan tren positif, terutama melalui jalur transit di negara-negara Asia seperti Singapura, Thailand, dan Hong Kong.
Data tiket.com juga menunjukkan adanya peningkatan pemesanan menuju sejumlah hub penerbangan di Asia, seperti Singapore Airlines yang tumbuh sekitar 60%, Cathay Pacific sebesar 30%, Malaysia Airlines sebesar 28%, dan Thai Airways sebesar 12% secara week-on-week (minggu ke-1 Maret 2026 dibandingkan dengan minggu ke-4 Februari 2026).
“Kami juga melihat adanya pergeseran preferensi konsumen ke rute-rute alternatif dan penerbangan langsung yang dinilai lebih aman. Melalui platform kami, konsumen dapat dengan mudah mengakses berbagai opsi tersebut, sekaligus melakukan pengajuan refund atau reschedule sesuai kebijakan maskapai. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi konsumen agar tetap dapat bepergian dengan tenang di tengah situasi yang dinamis,” ujar Andi.
Bagi konsumen yang memiliki rencana perjalanan melintasi atau ke Timur Tengah dalam waktu dekat, tiket.com menyarankan beberapa hal. Pertama, melakukan pengecekan status penerbangan secara berkala melalui menu Manage Booking di situs atau aplikasi maskapai. Selain itu juga memastikan nomor kontak dan email yang terdaftar dalam kondisi aktif serta mengikuti pemberitahuan resmi dari maskapai terkait kebijakan terbaru.
Untuk konsumen yang terdampak dan ingin melakukan refund atau reschedule, proses pengajuan dapat dilakukan secara langsung melalui aplikasi tiket.com, mengikuti kebijakan masing-masing maskapai. tiket.com berkomitmen untuk mendukung dan mengakomodasi kebutuhan konsumen dalam mengatur ulang jadwal perjalanan maupun memilih alternatif rute yang lebih sesuai. (JB/03/Wid)















