KISAH MAU LAUNDRY, MANFAATKAN DANA BISNIS UNTUK RAIH KESUKSESAN

(Ist)

Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 28/2/2026). Di tengah kemajuan teknologi seperti sekarang, kehadiran teknologi digital pada berbagai bidang, menjadi sebuah keniscayaan. Tidak terkecuali pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kehadirian teknologi digital akan sangat membantu pelaku UMKM dalam menjalankan bisnis yang digeluti. Hal tersebut yang dirasakan Muhammad Irfan yang menjalankan bisnis laundry (penatu) Mau Laundry.

Dalam mengelola Mau Laundry, tantangan yang dihadapi Irfan bukan hanya bagaimana menghasilkan cucian yang memuaskan pelanggan namun juga berbagai hal seperti meluaskan jangkauan serta melakukan pembukuan keuangan dengan baik.

Di titik inilah digitalisasi jadi pembeda. Bukan berarti harus langsung serba canggih, tapi cukup mulai dari hal yang paling sering terjadi di operasional laundry.

Berikut langkah digitalisasi yang bisa diterapkan agar kerja lebih efisien dan bisnis lebih rapi.

1. Jangkau Pelanggan via WhatsApp dan Manfaatkan Google Maps

Di bisnis laundry, cara menjangkau pelanggan sama pentingnya dengan hasil cucian. Agar order tidak hanya mengandalkan orang yang lewat, pemilik usaha bisa membangun kanal digital sederhana.

Di awal usaha, pelanggan Mau Laundry datang dari lingkungan sekitar kios mulai dari tetangga dan warga sekitar. Untuk menjangkau pelanggan baru, Muhammad Irfan kemudian memanfaatkan Google Maps dengan aktif memperbarui foto, memastikan informasi usahanya selalu relevan, dan rutin membalas komentar di kolom ulasan. Dengan begitu, saat orang mencari “laundry dekat sini” atau kata kunci sejenis, Mau Laundry lebih mudah ditemukan.

2. Pembayaran Cepat Bantu Layanan Selesai dengan Tepat

Pembayaran tunai kerap memerlukan uang kembalian, beresiko terjadi selisih hitung dan bisa membuka celah pembayaran tertunda. Membiasakan pelanggan membayar secara nontunai membuat nominal selalu pas sesuai tagihan, mempercepat proses transaksi, dan membantu menjaga kedisiplinan pembayaran.

Kebiasaan ini diterapkan Irfan lewat QRIS. Dengan pembayaran yang tercatat otomatis, ia lebih mudah memastikan cucian dibayar sebelum diambil atau tepat saat layanan selesai.

Untuk metode pembayaran dan pencatatan transaksi, Irfan menggunakan DANA Bisnis, sehingga riwayat transaksi bisa dipantau langsung dan memudahkan rekap harian.

3. Pantau Pemasukan Tanpa Harus Menghitung Uang Setiap Hari

Transaksi laundry yang kecil seringkali membuat pencatatan manual mudah tercecer. Dengan sistem digital, pemilik usaha bisa memantau pemasukan dari riwayat transaksi, mengurangi ketergantungan pada uang fisik, dan lebih cepat mendeteksi jika ada pembayaran yang belum masuk.

Irfan terbantu karena pemasukan terlihat dari daftar transaksi yang tercatat secara digital di DANA Bisnis. Ini memudahkannya mencocokkan pembayaran dengan cucian yang sudah diambil pelanggan tanpa perlu mengecek uang tunai satu per satu setiap hari.

4. Pisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi agar Arus Kas Lebih Terkendali

Bisnis laundry butuh perputaran kas yang cepat untuk kebutuhan harian seperti deterjen, plastik laundry, dan perlengkapan operasional. Jika pendapatan hasil transaksi harus dipindahkan dulu atau menunggu proses pencairan, operasional bisa melambat. Karena itu, sistem yang memungkinkan saldo langsung dipakai akan memangkas langkah kerja dan mempercepat putaran uang.

“Waktu awal mengelola Mau Laundry, saya lebih banyak mengandalkan ingatan sehingga sulit memperkirakan kapan usaha akan ramai. Akibatnya, saya kesulitan mengatur pengeluaran juga. Tapi, saya belajar bahwa efisiensi sering datang dari keputusan sederhana. Setelah bertahun-tahun menjalankan laundry dan mulai menggunakan DANA Bisnis, saya bisa lebih mudah membaca kondisi usaha saya,” kata Irfan.

Dengan DANA, Irfan bisa memantau transaksi langsung dari ponsel dan memahami ritme usahanya: kapan ramai, kapan perlu hemat, dan kapan bisa menambah kebutuhan operasional. Pengelolaan Mau Laundry pun jadi lebih terkendali.

Keputusan tidak lagi didasarkan atas rasa khawatir semata, melainkan dari data yang ia lihat sendiri. Bagi Irfan, ini penting karena usaha kecil seperti laundry sangat bergantung pada perputaran harian. Jika salah langkah, dampaknya bisa langsung terasa. (JB/03/Wid)