UMKM BINAAN PERTAMINA CATAT TRANSAKSI MILIARAN RUPIAH PADA INACRAFT 2026

Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) menjadi magnet incaran pembeli dalam dan luar negeri pada ajang Inacraft 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), 4-8 Februari 2026. (dok pertamina)

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 9/2/2026). Perhelatan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026, menjadi bukti produk-produk UMKM binaan PT Pertamina (Persero) memiliki kualitas terbaik. Selama pameran yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), 4-8 Februari 2026 tersebut, UMKM binaan Pertamina menjadi incaran pembeli (buyer) dalam dan luar negeri.

Hingga hari ketiga gelaran Inacraft 2026, transaksi UMKM binaan Pertamina sudah mencapai Rp7,5 miliar, terdiri dari transaksi retail Rp3,8 miliar dan komitmen buyer Rp3,7 miliar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron dalam keterangannya mengatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan pembinaan UMKM yang dijalankan Pertamina secara konsisten.

“Inacraft merupakan etalase strategis bagi UMKM binaan Pertamina untuk memperluas pasar dan membangun kepercayaan buyer global. Kami mendorong UMKM untuk tidak hanya mencetak penjualan, tetapi juga membangun keberlanjutan usaha agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional,” ujar Baron.

Dikatakan, keikutsertaan UMKM binaan Pertamina dalam Inacraft 2026 menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional, memperluas akses pasar global, serta menjadikan UMKM sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berbagai negara

Pembeli dari Prancis, Belanda, Jerman, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Argentina, Cile, hingga beberapa negara Afrika tercatat melakukan transaksi langsung sekaligus menjajaki kerja sama jangka panjang dengan UMKM binaan Pertamina.

Buyer dari Malaysia, selain melakukan pembelian produk unggulan secara retail, juga menyepakati rencana pasokan rutin untuk pasar ritel di negeri jiran ini.

Minat buyer internasional juga datang dari Prancis dan Maladewa. Buyer asal Prancis, yang merupakan pemilik sejumlah outlet suvenir ternama, melakukan pemesanan awal dan membuat komitmen pemesanan berkelanjutan dalam skala besar. Sementara itu, buyer dari Maladewa memesan ribuan unit lilin berbahan batok kelapa, menegaskan tingginya minat pasar global terhadap produk berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan.

Salah satu UMKM binaan Pertamina yang mencuri perhatian adalah Bali Ayu, brand wellness dan aromaterapi asal Bali milik Komang Yatik.

“Saya tidak pernah membayangkan produk yang saya rintis dari Kramasan, Gianyar, Bali, bisa dipercaya dan diminati buyer dari berbagai negara. Melalui pameran seperti di Inacraft ini dan pendampingan Pertamina, benar-benar membuka jalan bagi kami untuk melangkah ke pasar global,” ujar Komang. (JB/03/Wid)