UMKM BINAAN PERTAMINA BUKTIKAN KUALITAS HASIL PRODUKSI DI INACRAFT 2026

Dalam satu hari pembukaan Inacraft 2026, total penjualan UMKM binaan Pertamina mencapai Rp1,9 miliar, menegaskan daya saing produk UMKM nasional di pasar ritel dan bisnis. (dok pertamina)

Jakarta, JaringBisnis (Jumat (6/2/2026). Produk-produk UMKM binaan PT Pertamina (Persero) membuktikan kualitasnya untuk diterima di pasar. Hal tersebut terlihat dari hasil penjualan UMKM binaan Pertamina pada ajang The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 yang berlangsng di Jakarta Convention Center (JCC).

Dalam satu hari pembukaan, total penjualan UMKM binaan Pertamina mencapai Rp1,9 miliar. Hal ini menegaskan daya saing produk UMKM nasional di pasar ritel dan bisnis.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan UMKM yang konsisten, terarah, dan berkelanjutan.

“Penjualan senilai Rp1,9 miliar di hari pertama Inacraft 2026 menjadi bukti bahwa UMKM binaan Pertamina memiliki kualitas produk yang kuat, mampu bersaing, serta relevan dengan kebutuhan pasar nasional maupun global. Harapannya target pameran tahun ini pencapaian UMKM akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Baron dalam keterangannya.

Momentum ini diharapkan menjadi gerbang bagi UMKM untuk memperluas pasar, baik domestik maupun internasional. Saat ini, tercatat sekitar 200 UMKM mitra binaan Pertamina telah berhasil menembus pasar global (Go Global).

Baron menambahkan bahwa kehadiran UMKM binaan Pertamina di Inacraft tidak semata berorientasi pada transaksi penjualan, tetapi juga pada penciptaan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan, termasuk pemberdayaan para wirausaha perempuan.

“Sesuai dengan tema Inacraft tahun ini yaitu ‘Exploring and Celebrating Womanpreneurs in Craft’, mayoritas mitra binaan yang ikut serta dalam pameran adalah perempuan. Keterlibatan mereka adalah bentuk dukungan inklusif. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami melihat tren transaksi yang terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Baron.

Salah satu contoh sukses wirausaha perempuan adalah Novita Hermawan, pemilik usaha Agrominafiber Handicraft asal Kebumen, Jawa Tengah. Agrominafiber memproduksi home decor dari serat alam seperti eceng gondok dan pelepah pisang yang kini telah rutin diekspor ke Amerika Serikat.

“Ini kali kedua saya diajak Pertamina ke Inacraft. Dampaknya sangat nyata pada networking, branding, hingga omzet kami. Pertamina benar-benar hadir memberikan dukungan nyata bagi kami pelaku usaha kecil,” ungkap Novita.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan Danantara Indonesia. (JB/03/Wid)