SWARA SEADANYA BAWAKAN LIR ILIR SASTRO GENDHING DALAM TADARUS CINTA

Kelompok musik etnik kontemporer Swara SeadaNya membawakan komposisi musik Lir-Ilir Sastro Gendhing dalam acara Tadarus Cinta. (ist)

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 2/3/2026). Kelompok musik etnik kontemporer Swara SeadaNya membawakan komposisi musik Lir-Ilir Sastro Gendhing dalam acara Tadarus Cinta yang diselenggarakan oleh Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Komoenitas Makara dan Urban Spiritual Indonesia di Makara Art Center Universitas Indonesia, Jumat (27/2/2026) pekan lalu.

Lir-Ilir adalah tembang Jawa tradisional yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga pada awal abad ke-16 sebagai sarana dakwah penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Tembang ini sarat akan filosofi mendalam, mengajak umat untuk bangkit dari keterpurukan, memperbaiki keimanan, dan bersiap diri menghadapi kehidupan akhirat.

Adapun Serat Sastra Gendhing adalah kitab sastra adiluhung karya Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Kesultanan Mataram, berisi ajaran spiritual, mistisisme (tasawuf), dan moral dalam bentuk tembang macapat. Karya ini menyelaraskan ajaran Islam dengan budaya Jawa, menekankan keseimbangan antara syariat (lahiriah) dan hakikat (batiniah).

Dalam membawakan repertoar tersebut, Swara SeadaNya juga menggabungkan puisi karya Ayi Suminar yang bertema cinta pada sesama. Adapun personel Swara SeadaNya yang bermain dalam pentas tersebut adalah Ayi Suminar (Pembaca Puisi), Asep Rachman Muchlas (Suling), Gunawan Wicaksono (Gitar, Vokal), Theressa Rida (Celempung), Abrar Husin (Kecapi), dan Indonesiana Ayuningtyas (Tari Tradisional)

Sejumlah tamu dan narasumber acara ikut menyaksikan pertunjukan tersebut seperti Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia Dr. Ngatawi Al Zastrouw, Pamomong Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani, Dosen FISIP UI Raymond Michael Menot, Pakar ilmu filsafat Rocky Gerung, Pakar wayang potehi Dwi Woro Retno Mastuti, dan Ketua Komoenitas Makara Fitra Manan. (JB/03/Wid)