Jakarta, JaringBisnis (Senin, 16/2/2026). Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 H/2026 M, Selasa (17/2/2026). Sidang dilakukan untuk menentukan tanggal 1 Ramadan 1447 H/2026 M yang menjadi awal umat muslim untuk menjalankan ibadah puasa.
Dijadwalkan, sidang isbat akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta Pusat dan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar. Sidang akan dihadiri sejumlah pihak seperti perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan beberapa pihak lain.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag menggelar pertemuan dengan pakar falak dan wakil ormas Islam. Hadir juga, perwakilan dari BMKG, BRIN, dan BIG, dan unsur Peradilan Agama. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Al Jam’iyatul Washliyah, Al Irsyad Al Islamiyah, Wahdah Islamiyah, Persatuan Umat Islam, dan Front Persaudaraan Islam.
Jaga persatuan umat
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad mengatakan pertemuan digelar untuk memperkuat komitmen semua pihak untuk menjaga keteduhan dan persatuan umat menjelang Sidang Isbat awal Ramadan 1447 H. Sidang Isbat merupakan instrumen konstitusional negara untuk memastikan kepastian ibadah umat Islam secara nasional sekaligus menjaga ketenangan publik.
“Sidang Isbat bukan sekadar forum teknis astronomi. Ini adalah ruang musyawarah negara yang mempertemukan sains dan fikih. Pemerintah hadir untuk memastikan keputusan yang diambil memiliki legitimasi ilmiah sekaligus otoritas keagamaan, sehingga umat mendapatkan kepastian dan ketenangan,” tegas Abu Rokhmad seperti dikutip kemenag.go.id.
Di sisi lain, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada 18 Februari 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025. (JB/03/Wid)















