PROGRAM UMIMAX PERTAMINA DORONG KEMAJUAN USAHA ULTRA MIKRO

Program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX) dirancang untuk membantu masyarakat ekonomi lemah dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK), untuk menjadi pelaku usaha ultra mikro yang mandiri. (dok pertamina)

“Dari sisi profil peserta, sekitar 75 persen mitra UMiMAX merupakan korban PHK, sedangkan sisanya masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Program ini menjadi komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah sarana usaha, pelatihan dan pendampingan usaha,” ujar Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Arifianto, di tengah seremoni wisuda peserta UMiMAX di Auditorium Universitas Pertamina, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Program UMiMAX saat ini menjangkau enam wilayah yakni Jabodetabek, Karawang, Subang, dan Bandung. Terdiri dari 65 usaha warmindo (warung makan Indomie), 63 usaha kopling (kopi keliling), dan 40 usaha mini ATM (anjungan tunai mandiri).

“Dari program ini, para peserta mampu mencatatkan rata-rata omzet bulanan sekitar Rp30 juta bahkan beberapa di antaranya berhasil meraih laba lebih dari Rp10 juta per bulan. Total pendapatan seluruh peserta dari Januari hingga April 2026 mencapai Rp2,75 miliar. Membukukan laba bersih hingga Rp858 juta. Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program UMiMAX,” tambah Rudi.

Dorong UMKM naik kelas

Vice Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, Program Umimax merupakan inisiatif Pertamina dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro sehingga bisa berkembang, mandiri dan naik kelas.

“Pertamina memberikan apresiasi atas semangat dan keberhasilan mitra usaha ultra mikro dalam mengikuti program Umimax. Wisuda ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus mengembangkan wawasan dan kapasitas usaha sehingga bisa menjadi wirausaha yang andal,” ujar Muhammad Baron.

Untuk 2026, Pertamina akan memperluas jangkauan program dengan target menjaring hingga 1.000 peserta di berbagai wilayah Indonesia. Fokus utama tetap pada wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi serta masyarakat berpenghasilan rendah. Proses pemetaan wilayah akan dilakukan secara cermat berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).

Salah satu peserta UMiMAX Tasya Putri Nabilah mengungkap program ini bukan hanya meningkatkan pendapatan saja, namun juga mampu menyekolahkan adiknya hingga ke perguruan tinggi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina, atas program ini saya tadinya hampir putus kuliah. Namun sejak bergabung dengan UMiMAX, saya berhasil menyelesaikan kuliah dan menyekolahkan adik saya yang baru saja masuk perguruan tinggi,” ujarnya. (JB/03/Wid)