Jakarta, JaringBisnis. Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi nasional, khususnya dalam periode kritis 12 bulan ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menggelar Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta Direktur Utama BUMN di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (8/4/2026). Rapat ini menjadi forum evaluasi kinerja sekaligus penguatan konsolidasi pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam taklimatnya, Kepala Negara mengapresiasi capaian pemerintah dalam menjaga dan mengendalikan arah pembangunan nasional, khususnya di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.
Pemerintah memastikan bahwa pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman dan terkendali di tengah dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. (JB/07/YAY).

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan. BPMI Setpres/Cahyo 
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penegakan hukum, konstitusi, serta konsensus kebangsaan sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara dan kehidupan demokrasi Indonesia. BPMI Setpres/Laily Rachev 
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kanan), dan Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers. BPMI/Setpres















