Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 11/4/2026). PLN Group meraih penghargaan 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Dari jumlah tersebut, PLN Holding memperoleh 1 PROPER Hijau, PLN Indonesia Power meraih 7 PROPER Emas dan 22 PROPER Hijau, serta PLN Nusantara Power menyumbang 4 PROPER Emas dan 12 PROPER Hijau.
PROPER Emas merupakan peringkat tertinggi yang diberikan kepada perusahaan yang tidak hanya taat regulasi, tetapi juga menunjukkan keunggulan berkelanjutan melalui inovasi sosial dan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, PROPER Hijau diberikan kepada perusahaan yang telah melampaui standar kepatuhan (beyond compliance) melalui penerapan sistem manajemen lingkungan yang baik, efisiensi sumber daya, dan praktik bisnis berkelanjutan.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kinerja lingkungan yang unggul dan konsisten yang dijalankan PT PLN (Persero). Capaian ini juga menegaskan akselerasi PLN dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke seluruh lini bisnis, mulai dari pengembangan energi baru terbarukan (EBT), efisiensi energi, penerapan ekonomi sirkular, hingga pemanfaatan teknologi rendah emisi untuk mendukung agenda dekarbonisasi nasional.
Perolehan ini semakin spesial dengan dianugerahinya Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo sebagai ‘Green Leadership PROPER’ atas perannya dalam mendorong transformasi menuju sustainable utility sekaligus mempercepat transisi energi Indonesia.
Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas arah transformasi PLN yang semakin progresif dalam mengedepankan aspek lingkungan.
“Penghargaan ini menjadi pelecut bagi PLN untuk terus memperkuat praktik bisnis berkelanjutan dan mempercepat transisi energi dalam mendukung target Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat,” ujar Darmawan dalam keterangannya.
Dekarbonisasi
Dalam lima tahun terakhir, PLN mencatat lonjakan signifikan dalam kinerja dekarbonisasi. Realisasi reduksi emisi gas rumah kaca meningkat hampir empat kali lipat, dari 12,9 juta ton CO2 pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada 2025.
Pencapaian tersebut didorong oleh berbagai langkah strategis, antara lain pengembangan EBT yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW), implementasi co-firing biomassa di 52 PLTU, penerapan teknologi clean coal pada sekitar 14 GW pembangkit, serta ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan transformasi PLN yang semakin solid dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap target dekarbonisasi nasional.
“Transformasi PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada keberlanjutan. Kami berkomitmen menghadirkan listrik yang bersih, andal, dan terjangkau,” tambah Darmawan. (JB/03/Wid)















