Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 5/11/2026). Selama 140 tahun, inovasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari DNA Mercedes-Benz. Melalui berbagai inovasi dan teknologi baru, Mercedes-Benz terus mendorong kemajuan industri otomotif.
Setiap inovasi dikembangkan dengan tujuan memberikan manfaat yang nyata bagi pelanggan. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai proyek riset dan pengembangan teknologi terkini untuk masa depan.
Berbagai inovasi tersebut semakin memperkuat pengalaman khas Mercedes Benz yang membuat setiap perjalanan terasa nyaman, aman, sistem informasi yang semakin mudah digunakan oleh pelanggan dan personal sesuai dengan filosofi ‘Welcome Home’.
“Masa depan mobilitas tidak dibangun melalui janji, melainkan melalui ketepatan dan keunggulan rekayasa yang telah terbukti. Dengan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari pelanggan, kami terus membentuk mobilitas masa depan secara berkelanjutan, konsisten, dan dengan fokus yang jelas terhadap masa depan.” ujar Ida Wolf, Vice President Development Innovations, Operations & Digitalisation, Mercedes-Benz AG.
Teknologi Layar Cerdas
Keselamatan merupakan salah satu bagian penting dari DNA Mercedes-Benz. Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan teknologi layar inovatif yang memungkinkan bentuk komunikasi baru antara kendaraan dan lingkungan sekitarnya.
Elemen layar LED diintegrasikan langsung ke dalam kaca kendaraan. Sebagai contoh, ketika diperlukan, teknologi ini dapat menampilkan tanda peringatan, simbol keselamatan, atau informasi lalu lintas pada kaca belakang kendaraan.
Ketika tidak digunakan untuk menampilkan informasi, elemen layar yang tertanam dalam lapisan kaca komposit akan terlihat hampir transparan, sehingga tetap menyatu secara harmonis dengan desain kendaraan.
Dua teknologi LED khusus digunakan untuk mendukung kebutuhan yang berbeda. Mini LED sangat sesuai untuk area tampilan yang lebih luas, seperti kaca belakang kendaraan. Teknologi ini dapat digunakan untuk menampilkan lampu rem, simbol peringatan, atau informasi lalu lintas bagi pengguna jalan yang berada di belakang kendaraan.
Sementara itu, Micro LED menawarkan resolusi tinggi sehingga lebih cocok digunakan untuk tampilan visual yang lebih kompleks pada area layar yang lebih kecil, seperti animasi.
Kedua teknologi ini menerapkan pendekatan yang sama, yaitu hanya menampilkan konten ketika diperlukan dan tetap hampir tidak terlihat jika tidak digunakan.
Holographic Display
Mercedes-Benz juga menghadirkan pendekatan baru dalam pemanfaatan layar kendaraan. Alih-alih hanya mengandalkan layar konvensional, perusahaan kini mengeksplorasi area kendaraan yang sebelumnya belum dimanfaatkan sebagai media penyampaian informasi.
Mercedes-Benz tengah mengembangkan Holographic Display, sebuah teknologi yang memungkinkan kaca depan kendaraan berfungsi sebagai media komunikasi.
Melalui teknologi ini, sebuah proyektor yang terpasang pada panel instrumen memproyeksikan konten ke kaca depan. Lapisan film transparan khusus yang tertanam di dalam kaca menggunakan teknologi holographic optical elements (HOE) untuk memantulkan panjang gelombang cahaya tertentu yang dipancarkan oleh proyektor.
Teknologi ini memusatkan cahaya sedemikian rupa sehingga gambar tetap dapat terlihat, bahkan di bawah sinar matahari.
Selain itu, tampilan holografis hanya dapat dilihat dari sudut pandang tertentu. Dengan demikian, pengemudi tidak dapat melihat konten yang ditampilkan di sisi penumpang, begitu pula sebaliknya.
Kemampuan ini membuka peluang baru untuk menghadirkan berbagai informasi dan hiburan, seperti informasi mengenai lokasi menarik atau points of interest (POI), informasi berkendara, hingga pemutaran film.
Layar inovatif ini tidak selalu terlihat, melainkan hanya menampilkan konten ketika dibutuhkan. Dengan demikian, kaca depan dapat dimanfaatkan sesuai situasi untuk menampilkan navigasi, panggilan video, informasi berkendara, maupun hiburan, tanpa mengubah tampilan kendaraan secara permanen.
Innovative Power Converter
Mercedes-Benz Power Converter merupakan teknologi yang dikembangkan untuk kendaraan listrik masa depan. Teknologi ini menggunakan konverter mikro yang dapat diprogram untuk mengatur aliran energi dari masing-masing sel baterai dan menghasilkan tegangan tinggi yang stabil hingga 800 volt, terlepas dari tingkat pengisian daya maupun kondisi penuaan sel baterai.
Ke depan, teknologi ini berpotensi memungkinkan pengembangan baterai dan sistem elektronika daya dengan desain yang jauh lebih fleksibel, efisien, dan ringkas.
Teknologi ini juga mendukung berbagai fungsi, seperti konversi arus bolak-balik (AC) dan arus searah (DC), serta pengisian daya dua arah atau bidirectional charging, termasuk Vehicle-to-Home (V2H) dan Vehicle-to-Grid (V2G).
Generasi Power Converter saat ini telah mampu menghasilkan daya hingga 3 kW serta mendukung aplikasi AC dan DC. Dengan kemampuan tersebut, Power Converter membuka peluang baru dalam pengembangan sistem penggerak listrik dan fungsi pengisian daya pada kendaraan listrik.
Teknologi ini memungkinkan penyediaan tegangan tinggi yang dibutuhkan menjadi jauh lebih independen dari arsitektur baterai. Sebagai gantinya, tegangan tinggi dapat dihasilkan melalui sistem elektronika daya yang dikendalikan oleh perangkat lunak.
Salah satu potensi yang paling menjanjikan adalah penerapan teknologi ini secara modular, langsung pada tingkat masing-masing sel baterai atau kelompok sel baterai. Sejumlah Power Converter yang dihubungkan secara paralel dapat mengatur aliran energi secara individual sekaligus menghasilkan keluaran arus searah (DC) bertegangan tinggi yang stabil secara bersama-sama.
Pendekatan ini memungkinkan total daya keluaran disesuaikan secara fleksibel dengan berbagai kebutuhan kendaraan dan sistem. Pada saat yang sama, tegangan tinggi yang dihasilkan tidak lagi ditentukan secara langsung oleh jumlah sel baterai yang dihubungkan secara seri, melainkan oleh konverter yang bekerja secara terdesentralisasi serta sistem pengendaliannya yang berbasis perangkat lunak.
Dalam arsitektur kendaraan masa depan, Power Converter berpotensi menggabungkan sejumlah fungsi yang saat ini masih ditangani secara terpisah ke dalam satu unit perangkat keras. Dengan demikian, teknologi ini memberikan fleksibilitas baru dalam perancangan baterai dan sistem penggerak kendaraan.
Power Converter juga berpotensi meningkatkan jarak tempuh dan efisiensi kendaraan, sekaligus mempermudah penerapan desain sistem penggerak modular untuk kendaraan listrik berbasis baterai (battery-electric vehicles) maupun kendaraan plug-in hybrid. (JB/03/Wid)


