Live News

28.3°C
  • Jakarta
November 6, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisBursa & PerbankanBSI AKAN LAKUKAN RIGHTS ISSUE, PERKUAT PERMODALAN DAN DORONG PENINGKATAN SAHAM PUBLIK

BSI AKAN LAKUKAN RIGHTS ISSUE, PERKUAT PERMODALAN DAN DORONG PENINGKATAN SAHAM PUBLIK

Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 6/12/2026). Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Syariah Indonesia (BSI) setuju untuk melakukan Rights Issue. RUPSLB BSI hari ini menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 6,8  miliar saham Seri B.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, ini merupakan langkah strategis Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fundamental bisnis BSI, memperluas partisipasi investor, serta meningkatkan daya saing Perseroan di industri perbankan dan pasar modal.

Menurut Anggoro, peningkatan free float merupakan langkah yang telah lama dinantikan pasar. Dengan porsi free float saat ini sekitar 9,9%, peningkatan kepemilikan saham publik diharapkan dapat membuka peluang investasi yang lebih luas. Selain meningkatkan likuiditas perdagangan saham, langkah ini juga berpotensi memperkuat posisi Perseroan untuk memenuhi kriteria konstituen indeks saham global.

“Kami melihat peningkatan free float sebagai momentum untuk memperluas basis investor BSI dan meningkatkan daya tarik saham Perseroan di pasar modal. Dengan kepemilikan saham publik yang lebih luas, semakin banyak investor domestik maupun global yang berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan BSI. Kami berharap pelaksanaan Rights Issue ini dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia sekaligus mendorong masuknya aliran investasi portofolio asing (foreign portfolio inflow)”, ujar Anggoro dalam keterangannya.

BACA JUGA  GANDENG ZAHIR INTERNATIONAL, BSI HADIRKAN SOLUSI DIGITAL BAGI UMKM DAN KORPORASI

Di tengah dinamika perekonomian global dan domestik, penguatan permodalan menjadi semakin penting bagi keberlanjutan bisnis perbankan. Berbagai tantangan ekonomi menuntut bank memiliki struktur permodalan yang kuat untuk menjaga ketahanan usaha sekaligus mempertahankan kapasitas pertumbuhan.

“Permodalan yang kuat merupakan fondasi bagi Perseroan untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ke depan. Melalui tambahan modal, kami ingin memastikan BSI memiliki capital buffer yang memadai untuk menjaga resiliensi, memperluas kapasitas pembiayaan, serta mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan. Penguatan permodalan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis BSI untuk menuju KBMI 4,” tambahnya.

Pengembangan Bisnis BSI

Kebutuhan penguatan modal tersebut sejalan dengan proyeksi perkembangan bisnis. Kebutuhan permodalan Perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027. Sementara rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) diproyeksikan meningkat dari 20,38% menjadi 23,31%.

BACA JUGA  MUDIK GRATIS BSI ANTAR 2.261 PEMUDIK KE BEBERAPA KOTA DI JAWA DAN SUMATERA

Penguatan kapasitas permodalan ini diharapkan dapat mendukung aspirasi BSI untuk masuk ke dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4. Apabila tercapai, BSI akan menjadi satu-satunya bank syariah di Indonesia yang masuk dalam kelompok KBMI 4, sekaligus menandai tonggak penting dalam peningkatan skala usaha dan perkembangan industri perbankan syariah nasional.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI terus memperkuat ekosistem keuangan syariah, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas penyaluran pembiayaan. Dengan fundamental bisnis dan struktur permodalan yang semakin kuat, Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat, meningkatkan daya saing, serta memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional. (JB/03/Wid)

Related Post