Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 29/8/2026). Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste sekaligus membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang strategis.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan pertemuan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste, tetapi juga membuka kesempatan bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas.
“Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste, sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang lingkungan hidup, riset, pendidikan tinggi, sains, dan inovasi,” ungkap Seskab seperti dikutip setneg.go.id.
Perkuat ekosistem riset
Selain menerima kunjungan Ramos Horta, pada kesempatan yang sama Presiden Prabowo juga menerima kunjungan sejumlah penerima Nobel. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas peningkatan kerja sama, salah satunya melalui kolaborasi antara para peraih Nobel dengan peneliti dan akademisi Indonesia.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem riset di dalam negeri. Menurutnya, Presiden Prabowo menegaskan agar kolaborasi tersebut dapat segera direalisasikan.
“Karena sangat penting sekali para peraih Nobel itu memberikan inspirasi, kemudian bisa menjadi bagian dari ekosistem penguatan talenta riset di Indonesia. Pak Presiden juga sangat berharap bahwa kolaborasi ini bisa dilakukan secepatnya,” jelas Arif.
Arif menuturkan, kolaborasi serupa sebelumnya telah dilakukan BRIN dalam pengembangan Metal-Organic Framework bersama peraih Nobel asal Jepang, Susumu Kitagawa. Menurutnya, kerja sama tersebut dilakukan melalui pembangunan sister lab di Indonesia yang berfokus pada pengembangan teknologi terkait gas alam.
Di samping penguatan riset, Arif menuturkan bahwa para peraih Nobel yang diterima Presiden Prabowo sebelumnya telah mengunjungi kawasan konservasi di Lampung. Hal tersebut turut menjadi perhatian dalam pertemuan, khususnya terkait upaya memperkuat konservasi alam di Indonesia.
“Jadi Pak Presiden juga punya komitmen yang sangat kuat agar proteksi terhadap flora fauna di Indonesia ini bisa semakin diperkuat. Itu tadi poin-poin yang tadi sudah disampaikan Pak Presiden,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan sejumlah program strategis Indonesia. Mulai dari ketahanan pangan hingga pembangunan kampung nelayan.
Menurut Arif, Presiden turut berbagi pengalaman Indonesia dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Pak Presiden juga menyampaikan berbagai program strategis terkait dengan food security, pengalaman kita untuk MBG, dan Presiden juga terus menegaskan komitmen untuk membangun kampung nelayan,” jelasnya. (JB/03/Wid)


