MENJAGA JATI DIRI BANGSA MELALUI PELESTARIAN ARSITEKTUR TRADISIONAL INDONESIA

Yori Antar menceritakan kiprahnya melestarikana arsitektur tradional Indonesia dalam acara Majelis Nyala Purnama #9 yang diselenggarakan oleh Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia, Komoenitas Makara, dan Urban Spiritual Indonesia di Makara Art Center UI, Selasa (6/1/2026). (ist)

Yori merupakan arsitek terkemuka Indonesia yang dikenal dengan julukan “Pendekar Arsitektur Nusantara” karena dedikasinya dalam melestarikan rumah adat tradisional di Indonesia.

Dalam acara Majelis Nyala Purnama #9 yang diselenggarakan oleh Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia, Komoenitas Makara, dan Urban Spiritual Indonesia di Makara Art Center UI, Selasa (6/1/2026), Yori bercerita tentang kiprahnya dalam melestarikan arsitektur tradisional Indonesia. Melalui slide foto-fotonya, Yori memaparkan berbagai aktivitasnya dalam melakukan restorasi berbagai rumah adat di berbagai wilayah di Indonesia.

Ia juga bercerita tentang Uma Nusantara, yayasan yang ia dirikan untuk fokus pada upaya penyelamatan dan pembangunan kembali rumah-rumah adat yang hampir punah di berbagai pelosok Indonesia.

“Melalui Uma Nusantara, kami menginisiasi konsep ‘Rumah Asuh’ di mana arsitek modern dan donatur bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk membangun kembali rumah adat menggunakan teknik tradisional agar pengetahuan lokal tidak hilang,” ujar Yori.

Pada 2025, Yori menyelesaikan proyek kawasan Seribu Rumah Gadang di Solok Selatan, Sumatera Barat. Proyek ini mencakup restorasi sekitar 35-40 rumah gadang dengan mengembalikan bentuk aslinya menggunakan material tradisional seperti atap ijuk, guna mempertahankan nilai otentik dan kulturalnya.

Selain merestorasi bangunan, Yori juga merancang sarana pendukung seperti Menara Pandang, panggung budaya, pusat kuliner, dan area suvenir untuk menjadikan kawasan ini destinasi wisata berbasis budaya. Rumah-rumah gadang yang direvitalisasi difungsikan kembali sebagai homestay agar pengunjung dapat merasakan kearifan lokal secara langsung, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Yori juga menekankan pentingnya mempertahankan identitas lokal agar arsitektur tradisional tidak punah di tengah modernitas. (JB/03/Wid)