Jakarta, JaringBisnis. Alunan ayat-ayat suci Alquran sayup-sayup terdengar merdu saat memasuki halaman Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin, Kota Tangerang Selatan, Banten. Sejumlah santri penyandang tuna netra terlihat duduk berkelompok di bawah pohon sambil membaca dan menghafal Alquran.
Pondok pesantren yang dikhususkan bagi para penyandang tuna netra tersebut memiliki sebanyak 28 santriwan dan santriwati. Mereka menempuh pembelajaran membaca serta menghafal Alquran menggunakan huruf braille. Selain membaca Alquran, sejumlah kegiatan lain juga digelar seperti ceramah agama, tarawih serta tadarus untuk meningkatkan literasi keagamaan.
Pesantren Raudlatul Makfufin berdiri pada 1983. Suasananya tenang dan nyaman karena berada di sekitar permukiman warga dan memang jauh dari jalan utama. Lokasi ini dipilih karena para santri membutuhkan ketenangan dan kepekaan terhadap suara dalam belajar. (JB/07/YAY)


















