Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 20/3/2026). Rangkaian seri MotoGP 2026 akan berlanjut akhir pekan ini di Brasil. Sirkuit Internasional Ayrton Senna, Goiania akan menjadi arena adu cepat para rider terbaik dunia.
Tidak hanya di kelas MotoGP, perhatian penggila balap, khususnya di Indonesia, juga akan tercurah di kelas Moto3. Penyebabnya apalagi kalau bukan sosok Veda Ega Pratama.
Pembalap jebolan Astra Honda Racing School (AHRS) tersebut musim ini menjadi magnet tersendiri. Menjadi pendatang baru alias rookie di Moto3, tidak membuat Veda minder. Pembalap kelahiran Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut tampil percaya diri untuk bersaing dengan pembalap lain yang lebih berpengalaman.
Hal tersebut dibuktikan Veda pada seri perdana Moto3 di Thailand, 27 Februari-1 Maret 2026 lalu. Veda yang membela Honda Team Asia, tampil impresif di Sirkuit Internasional Chang.
Sejak sesi latihan pertama, Veda menunjukkan kemampuan sebagai pembalap kelas dunia. Mampu meraih posisi start kelima, Veda sukses menyelesaikan balapan di Thailand dengan finis di posisi lima dan berhak atas 11 poin.
Beban mental
Setelah Thailand, Veda kini membidik hasil lebih baik di Brasil. Prestasi di Thailand merupakan modal besar bagi Veda. Capaian di Thailand akan meningkatkan kepercayaan diri Veda menghadapi balapan di Brasil.
Veda juga dipastikan semakin mengenal karakter Honda NSF250RW tunggangannya. Hal ini membuat Veda bisa memaksimalkan potensi diri dan sepeda motor tunggangannya untuk meraih hasil terbaik di Negeri Samba.
Selain itu, peluang Veda untuk meraih hasil bagus di Brasil kali ini terbuka lebar karena Sirkuit Aryton Senna menjadi sirkuit ‘baru’ bagi semua pembalap.
Terakhir kali, sirkuit ini absen menyelenggarakan balapan MotoGP sejak 1992. Dengan semua pembalap memiliki pengalaman nol beraksi di sirkuit ini, peluang Veda untuk meraih hasil tertinggi semakin terbuka.
Namun, di sisi lain pencapaian di Thailand juga menambah beban di pundak Veda. Tekanan untuk setidaknya meraih hasil sama seperti di Thailand bisa menjadi bumerang.
Capaian posisi lima di Thailand, disadari atau tidak, membuat Veda dituntut meraih hasil lebih baik di Brasil. Posisi podium menjadi target minimal tak terucap yang kini ada di pundak Veda.
Target tersebut memiliki dua konsekuensi. Jika gagal mengatasi beban tersebut, Veda akan meraih hasil buruk. Namun, jika mampu, Veda memiliki peluang besar untuk mencapainya. Bahkan, bukan hanya podium tiga, podium utama bisa direngkuh Veda di Brasil akhir pekan ini. (JB/03/Wid)















