Solo, JaringBisnis. Berkunjung ke Kota Solo rasanya tak lengkap jika tak menginjakkan kaki di Pasar Gede. Pasar yang berlokasi di pusat kota tersebut sangat mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi.
Saat memasuki beberapa lorong di dalam pasar, kita dengan mudah melihat sejumlah pengunjung duduk santai sambil menikmati semangkuk dawet telasih. Di lapak lainnya terlihat beberapa pedagang menawarkan teh racik khas Solo dengan kemasan yang menarik.
Sementara itu beberapa pengunjung sibuk memilih camilan aneka rasa. Terlihat pula beberapa pedagang menawarkan dagangannya berupa peralatan tradisional berbahan kayu dan tanah liat untuk kebutuhan rumah tangga. Jika tertarik dengan bakpia dan wingko, pengunjung dapat menemukan penjualnya agak ke tengah pasar. Lapak ini merupakan cabang dari Pasar Ngasem, Yogyakarta. Yang menarik, bakpia dan wingko dimasak di tempat sehingga masih hangat saat disajikan. Seperti pasar pada umumnya, di Pasar Gede juga terdapat pedagang sayur, bumbu dapur dan buah-buahan.
Setelah lelah berkeliling pasar, pengunjung dapat rehat sejenak untuk menyantap makanan berat seperti sate kambing, dan tentu saja nasi liwet Bu Sri yang melegenda. Jadi, masukkan Pasar Gede dalam agenda wisata wajib jika berkunjung ke Solo. (JB/07/YAY).

Pasar Gede dipadati pengunjung baik warga lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah. JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto 
Penjual minuman jamu tradisional di depan pintu utama Pasar Gede. JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto 
Soerakartawalkingtour mengunjungi Pasar Gede. JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto 
Menikmati dawet telasih sebagai salah satu kuliner khas Pasar Gede. JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto 
Penjualan bakpia dan wingko cabang Pasar Ngasem Yogyakarta, melonjak saat libur Lebaran. JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto 
Pembeli memilih aneka camilan kering. JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto 
Berbagai jenis sambal pecel juga tersedia. JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto 
Tumpukan berbagai alat tradisional untuk memasak serta makan dan minum. JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto 
Para penjual jajanan pasar. JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto 
Menyiapkan dagangan Cak We Hoo. JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto















