MAU NYAMAN DAN AMAN BERKENDARA SAAT PUASA? INI TIPSNYA!

Ilustrasi. (dok yamaha)

Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 5/3/2026). Bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan, aktivitas harian tetap harus dilakukan meski kondisi fisik berbeda dari biasanya. Rutinitas bekerja, bersekolah, hingga bermobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya tetap membutuhkan energi dan konsentrasi.

Situasi ini sekaligus menjadi momentum untuk melatih kedisiplinan dan pengendalian diri, khususnya saat berkendara, agar perjalanan tetap aman dan nyaman sepanjang Ramadan.

Muhammad Arief, Trainer Yamaha Riding Academy (YRA) Indonesia menyebut, selama berpuasa Ramadan, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi tubuh. Pasalnya kelelahan, dehidrasi, dan menurunnya konsentrasi bisa meningkatkan risiko saat berkendara, terutama di jam-jam menjelang berbuka yang lalu lintasnya lebih padat.

“Maka dari itu, pengendara sangat penting untuk mempersiapkan diri dengan baik, mengatur waktu perjalanan, serta tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama saat berkendara,” ujar Muhammad Arief.

Untuk bisa menjalani bulan puasa sekaligus bermobilitas dengan nyaman, Yamaha Riding Academy memberikan beberapa tips simpel yang dapat diterapkan selama berkendaraa di bulan puasa.

Pertama, Persiapan fisik sejak sahur. Untuk menunjang aktivitas dan mobilitas seharian di bulan Ramadan, para pengendara sepeda motor tentu saja tetap perlu mengonsumsi makanan bergizi dan minum air yang cukup untuk menghindari terjadinya dehidrasi saat bermobilitas hingga sore hari. Tambahan konsumsi vitamin sebelum beraktivitas juga dapat membantu menjaga stamina agar tetap bugar.

Kedua, mengatur waktu berkendara. Selain kondisi fisik yang perlu dipersiapkan dengan baik, mengelola waktu yang baik juga menjadi hal penting untuk dipertimbangkan. Hal ini akan membantu pengendara terhindar dari kebiasaan terburu-buru saat berkendara.

“Terlebih lagi saat sore menuju waktu berbuka puasa yang pastinya kondisi jalan cenderung lebih padat, pengendara diimbau untuk tidak tergesa-gesa atau bahkan jika memungkinkan bagi umat Muslim yang menjalani ibadah puasa namun masih dalam perjalanan saat waktu berbuka, salah satu manajemen waktu yang diperlukan adalah membawa bekal berupa makanan ringan dan air mineral untuk bisa melipir dan membatalkan ibadah puasa dahulu,” jelasnya.

Jaga emosi dan konsentrasi

Ketiga, menjaga emosi dan konsentrasi saat jam padat lalu lintas. Jelang waktu berbuka puasa, lalu lintas biasanya akan menjadi jauh lebih padat dibanding waktu sebelumnya, sehingga para pengendara diperlukan untuk tetap fokus, hindari emosi, serta lakukan akselerasi secara halus, dan hindari pengereman mendadak (hard braking) agar bisa saling menghargai dan menjaga kenyamanan selama bermobilitas.

Keeempat gunakan riding gear yang nyaman. Penggunaan perlengkapan berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu agar dapat mengurangi terjadinya risiko yang tidak diinginkan. Pemilihan perlengkapan yang nyaman dan tidak panas menjadi hal penting juga untuk diterapkan saat berkendara selama berpuasa sehingga dapat menjaga energi tubuh.

“Juga disarankan untuk mengenali rute perjalanan dan mengantisipasi titik-titik yang rawan kepadatan, sehingga jika memungkinkan pilih jalur alternatif agar perjalanan lebih lancar. Kondisi pengendara yang sudah siap juga perlu didukung dengan kondisi sepeda motor yang prima sehingga perlu melakukan pengecekan rutin sebelum dikendarai karena kendaraan yang terawat dengan baik akan membantu menjaga performa tetap optimal sehingga pengendara tidak perlu mengeluarkan energi berlebih selama perjalanan,” pungkas Muhammad Arief. (JB/03/Wid)