Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 11/4/2026). Penyelenggaraan acara Lebaran Betawi merupakan salah satu cara dalam menjaga, merawat, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi di tengah keberagaman Ibu Kota. Hal tersebut dikatakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Lebaran Betawi 2026 yang diselenggarakan Majelis Kaum Betawi bersama Badan Musyawarah (Bamus) Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/4/2026).
“Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ruang kebersamaan yang hangat. Tradisi ini mengingatkan kita untuk terus memperkuat nilai-nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta, seperti saling memaafkan, berkunjung ke keluarga, hingga nyorog sebagai sarana menanamkan adab dan mempererat hubungan antargenerasi,” ujar Pramono seperti dikutip jakarta.go.id.
Lebih jauh, Pramono menegaskan, Pemprov DKI akan terus mendukung penyelenggaraan Lebaran Betawi sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan, dengan Lapangan Banteng sebagai salah satu lokasi ikonik. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan berbagai perayaan lintas agama dan budaya turut berkontribusi pada meningkatnya kualitas kehidupan sosial masyarakat.
“Ini menjadi kabar baik. Jakarta kini tercatat sebagai kota teraman kedua di ASEAN setelah Singapura. Kita telah melampaui Bangkok, Manila, Kuala Lumpur, dan Hanoi. Capaian ini tidak lepas dari kebersamaan, kerukunan, dan persatuan warga,” katanya.
Makna lebih
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo menegaskan Lebaran Betawi memiliki makna lebih dari sekadar seremoni pascaIdulfitri. Tradisi ini menjadi pengingat penting bagi warga untuk menjaga dan melestarikan budaya Betawi sebagai bagian dari identitas kota.
“Di tengah perkembangan kota yang kian modern dan dinamis, nilai silaturahmi, kebersamaan, penghormatan kepada orang tua, serta gotong royong harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, generasi muda perlu dilibatkan dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” jelasnya.
Fauzi, yang akrab disapa Foke, juga menyoroti tradisi antaran dalam Lebaran Betawi sebagai simbol penghormatan kepada yang lebih tua. Tradisi tersebut selaras dengan tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Kota Global”.
“Tradisi ini bagian dari adat yang perlu terus dilestarikan. Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat diajak menjaga persatuan di tengah keberagaman. Betawi bersatu, Jakarta maju,” tuturnya. (JB/03/Wid)















