KILANG BALONGAN GARDA TERDEPAN JAGA KUALITAS BBM PERTAMINA

Laboratorium Kilang Balongan berperan sebagai Quality Control (QC) sekaligus Quality Assurance (QA) untuk seluruh produk kilang, dengan pengujian yang mengacu pada spesifikasi yang telah ditetapkan. (dok pertamina)

Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 31/1/2026). Laboratorium Kilang Balongan berperan penting untuk memastikan produk bahan bakar minyak (BBM) produksi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan memiliki kualitas sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Laboratorium Kilang Balongan berfungsi sebagai penjamin mutu (quality assurance) seluruh produk sebelum didistribusikan ke konsumen.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, dengan peran tersebut, Laboratorium Kilang Balongan menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu dan keandalan produk BBM khususnya yang diproduksi di Kilang Balongan.

“Keberadaan laboratorium di fasilitas Pertamina merupakan aspek penting untuk tempat inovasi dan menjaga kualitas produk. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Baron seperti dikutip pertamina.com.

Di sisi lain, tester I CFR & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti menjelaskan laboratorium berperan sebagai Quality Control (QC) sekaligus Quality Assurance (QA) untuk seluruh produk kilang, dengan pengujian yang mengacu pada spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).

“Di laboratorium, kami melakukan pengujian lebih dari 20 parameter untuk setiap produk. Parameter tersebut tidak hanya mencakup RON atau angka oktan, tetapi juga distilasi, viskositas, stabilitas oksidasi, dan parameter teknis lainnya. Seluruhnya harus memenuhi spesifikasi agar produk dinyatakan on-spec dan layak disalurkan ke konsumen,” jelas Zeturohmah.

Laboratorium Kilang Balongan melakukan pengujian terhadap berbagai produk BBM, antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite, Pertamina Dex, serta produk aviasi dan turunan lainnya.

Pengujian sejak awal

Proses pengujian dimulai sejak penerimaan crude oil (minyak mentah) yang datang melalui kapal. Crude tersebut tidak langsung diolah, melainkan terlebih dahulu diuji untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi yang ditetapkan. Setelah hasil pengujian dinyatakan memenuhi standar, data disampaikan kepada bagian Refinery Business Optimization (RBO) sebagai dasar perencanaan pengolahan.

“Setelah diolah di unit proses, produk jadi kembali diuji di laboratorium untuk memastikan seluruh parameternya tetap sesuai standar sebelum didistribusikan. Selain itu, dilakukan pula monitoring secara kontinyu saat proses pengolahan terjadi untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan spesifikasi” tambahnya.

Untuk menjamin akurasi hasil uji, Laboratorium Kilang Balongan memastikan seluruh peralatan pengujian dalam kondisi terkalibrasi, menggunakan metode uji terbaru yang mengacu pada standar internasional seperti ASTM dan UOP, serta didukung oleh personel yang tersertifikasi dan kompeten. Evaluasi metode pengujian dilakukan secara berkala setiap bulan.

Terkait pengembangan produk seperti Diesel X, laboratorium berperan sebagai penjamin kualitas, bukan sebagai tempat riset. Seluruh hasil riset dari tim process engineer diverifikasi melalui pengujian laboratorium, khususnya untuk memastikan parameter penting seperti kandungan sulfur rendah (low sulfur) telah sesuai spesifikasi.

“Laboratorium memastikan setiap produk yang dilepas telah memenuhi standar melalui penerbitan Certificate of Quality (CoQ). Ini menjadi bukti bahwa produk benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” ujar Zeturohmah. (JB/03/Wid)