KEMENKES PASTIKAN AKSES OBAT TETAP TERJAGA KETERSEDIAANNYA

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) berfoto bersama Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (keempat kiri), Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Supo Dwi Diantara (keempat kanan) dan Ketua Umum GP Farmasi Indonesia (Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia) F. Tirto Kusnadi (ketiga kanan) saat acara Halal Bihalal Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia di Jakarta, Kamis (16/4/2026). JaringBisnis/Yayus Yuswoprihanto

Jakarta, JaringBisnis. Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) menggelar acara Halal Bihalal dengan mengangkat tema Merajut Kebersamaan untuk Usaha Farmasi yang Produktif, Efisien, Berdaya Saing dan Berkelanjutan, di Jakarta Kamis (16/4/2026). Acara ini diselenggarakan untuk mempererat sinergi antar pelaku usaha farmasi dan regulator untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan global.

Terkait dengan konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang antara Amerika-Israel dengan Iran, telah berdampak pada biaya produksi industri, termasuk sektor farmasi yang sampai saat ini masih bergantung pada bahan baku impor.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir pada acara Halal Bihalal itu menyebutkan pentingnya memperkuat ketahanan farmasi nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Kesehatan berkomitmen memastikan akses obat di Indonesia tetap terjaga ketersediaannya dan terjangkau harganya, dengan memberikan dukungan penuh bagi pembangunan dan penguatan usaha farmasi dalam negeri.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar yang turut hadir pada kesempatan tersebut berkeyakinan bahwa sebagian besar produsen farmasi di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat baik (excellent), serta menegaskan komitmen BPOM untuk terus berkomunikasi dengan industri guna menjamin kualitas obat, termasuk dari aspek komposisi dan ketersediaan komponen. (JB/07/YAY).