INDONESIA SIAP BANGUN KAMPUNG HAJI DI MEKKAH

Ilustrasi

Jakarta, JaringBisnis. Pemerintah Indonesia tengah mengikuti proses bidding untuk lahan yang akan dibangun kampung haji bagi jemaah Indonesia di kawasan Western Hindawiyah. Hal tersebut diungkapkan Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani usai melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah.

“Itu jaraknya hampir sama 2,5 km dari Masjidil Haram,” ujar Rosan dalam keterangan persnya kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Rosan menjelaskan bahwa proses bidding tersebut saat ini telah memasuki tahap akhir. Dari sekitar 90 bidang lahan yang ditawarkan, Indonesia berhasil masuk dalam dua besar kandidat.

Rosan juga menegaskan bahwa mekanisme bidding di Arab Saudi tidak didasarkan pada penawaran harga, melainkan pada penilaian rencana pembangunan, desain, serta kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku. Rosan menyampaikan bahwa hasil proses bidding tersebut diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Rencananya mungkin akhir bulan ini atau Januari,” ungkap Rosan seperti dikutip setneg.go.id.

Jika Indonesia berhasil memperoleh lahan dimaksud, pemerintah optimistis pelayanan kepada jemaah haji Indonesia dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Kalau kita mendapatkan lahan itu insyaallah seluruh jemaah haji kita bisa terlayani, mempunyai tempat yang sangat baik, yang sangat layak, sangat dekat dibandingkan dengan keadaan sekarang, dan tentunya ini akan menambah insyaallah kekhusyukan mereka pada saat melakukan umrah dan haji,” ucap Rosan.

Dua lokasi

Rosan menjelaskan bahwa pengembangan Kampung Haji Indonesia dirancang berada di dua lokasi berbeda untuk mengatur arus lalu lintas serta logistik jemaah secara lebih efektif. Rosan juga menegaskan bahwa lahan yang telah dibeli tersebut berstatus hak milik yang akan mulai berlaku pada Januari mendatang.

“Karena memang baru akan sah pada Januari sesuai dengan undang-undang yang baru diizinkan sehingga institusi asing boleh memiliki. Jadi ini adalah hak milik, tanah di Mekkah dan Madinah jadi hak milik,” tutur Rosan.

Rosan pun menegaskan bahwa lahan tersebut menjadi yang pertama di Mekkah yang dimiliki oleh institusi di luar Arab Saudi. Rosan menyebut bahwa pemerintah Arab Saudi kini menilai Indonesia sebagai mitra yang serius dan berkomitmen penuh untuk berperan aktif dalam pembangunan, khususnya di Makkah dan ke depan juga di Madinah.

“Mereka menyampaikan sekarang mereka menganggap kita sangat serius dan berkomitmen penuh untuk membangun dan menjadi bagian dari pembangunan terutama di Makkah dan insyaallah di Madinah,” pungkasnya. (JB/03/Wid)