Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 8/4/2026). Pertumbuhan manufaktur dan aktivitas logistik di berbagai kawasan regional mulai membentuk pusat-pusat industri baru di Indonesia. Seiring itu, kebutuhan energi, utilitas industri, dan teknologi produksi pun ikut bergerak mengikuti dinamika kawasan-kawasan industri tersebut.
Menangkap perubahan ini, Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 memperluas platform industrinya menghadirkan Indonesia Energy Week Surabaya, 15-18 Juli 2026 mendatang di Grand City Convention & Exhibition Surabaya. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi IEE Series untuk memperkuat jaringan nasional sekaligus sebagai ruang pertemuan bagi pelaku industri energi dan manufaktur di kawasan industri regional.
Surabaya muncul sebagai pilihan yang tepat, seiring perannya yang semakin penting dalam peta industri nasional. Bersama Gresik dan Sidoarjo di sekitarnya, kawasan ini telah lama dikenal sebagai salah satu koridor manufaktur terbesar di Indonesia setelah Jabodetabek.
Indonesia Energy Week Surabaya hadir sebagai perluasan IEE Series 2026. Penyelenggaraannya akan berlangsung bersama dua pameran industri yang telah lama menjadi bagian dari lanskap industri Surabaya, yaitu Manufacturing Surabaya serta Growtech Indonesia, yang telah menjadi platform penting bagi industri manufaktur dan teknologi agrikultur di kawasan Indonesia Timur.
Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Indonesia Energy Week Surabaya merupakan ekspansi untuk menggapai ekosistem yang lebih luas dalam rangkaian IEE Series.
“IEE Series dibangun sebagai unified industrial marketplace. Di kawasan seperti Jawa Timur yang memiliki basis manufaktur dan logistik kuat, kebutuhan terhadap energi, kelistrikan, dan utilitas industri menjadi semakin penting. Karena itu, menghadirkan Indonesia Energy Week Surabaya bersamaan dengan pameran seperti Manufacturing Surabaya dan Growtech Indonesia menciptakan sebuah ekosistem pameran yang saling melengkapi,” papar Hanung.
Menurutnya, pendekatan ini membuka ruang interaksi yang lebih luas lagi bagi pelaku industri. “Jakarta tetap menjadi panggung utama berskala nasional dan internasional, namun melalui Surabaya, perusahaan tidak hanya bertemu dengan sesama penyedia teknologi, tetapi juga pengguna langsung dari sektor manufaktur, agrikultur, hingga utilitas industri,” tambah Hanung.
Hadirkan berbagai solusi
Dalam penyelenggaraannya, Indonesia Energy Week Surabaya akan menghadirkan berbagai solusi teknologi dan inovasi industri di sektor energi, kelistrikan, serta pengelolaan air dan utilitas industri, dengan target 3.000 pengunjung profesional. Rangkaian ini akan diperkuat oleh dua pameran utama dalam ekosistem IEE Series: Electric & Power Indonesia dan Water Indonesia.
Electric & Power Indonesia akan menampilkan beragam teknologi kelistrikan dan energi – mulai dari sistem distribusi dan transmisi listrik, peralatan pembangkit, solusi energi baru dan terbarukan, hingga teknologi efisiensi energi dan otomasi industri.
Sementara itu, Water Indonesia menghadirkan berbagai solusi pengelolaan air dan utilitas industri, termasuk teknologi pengolahan air, sistem filtrasi dan membran, hingga solusi konservasi dan efisiensi penggunaan air di berbagai sektor.
Surabaya Electric Forum 2026
Sebagai bentuk kolaborasi dan komitmen IEE Series, Pamerindo Indonesia bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Timur akan menghadirkan seminar Surabaya Electric Forum 2026 dengan tema “East Java Driving Indonesia’s Energy Transition.” Forum ini akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan, termasuk perwakilan dari PLN Nusantara Power, PLN Engineering, PLN UIT Jawa-Bali-Madura, Dinas ESDM Jawa Timur, akademisi ahli Institut Teknologi PLN, serta pelaku industri pengusaha dari kawasan Jawa Timur dan sekitarnya dan berbagai lembaga pembiayaan.
Forum ini akan membahas isu strategis terkait implementasi RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) 2025–2034, termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan di Jawa Timur, keandalan pasokan listrik untuk kawasan industri, serta kesiapan pembiayaan proyek ketenagalistrikan.
Forum ini juga menjadi ruang strategis untuk membuka peluang investasi dan mempertemukan para pemangku kepentingan sektor energi dan kelistrikan dalam mendorong agenda transisi energi nasional serta pengembangan ekosistem industri yang berkelanjutan. (JB/03/Wid)













