Jakarta, JaringBisnis (Senin, 10/8/2026). Lamanya masa tunggu ibadah haji membuat perencanaan ibadah haji menjadi hal penting dilakukan sejak dini. Saat ini, antrean haji reguler telah mencapai sekira 5,45 juta jamaah dengan rata-rata masa tunggu nasional 26 hingga 29 tahun. Sementara itu, antrean haji khusus mencapai sekira 149 ribu jamaah dengan masa tunggu hingga 9 tahun.
Menjawab kebutuhan itu, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan solusi layanan haji terintegrasi yang membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan ibadaha haji secara lebih terencana, nyaman, dan sesuai prinsip syariah.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan haji bagi masyarakat, BSI menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan ratusan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem haji nasional melalui penyediaan layanan yang lebih mudah diakses, terintegrasi, dan memberikan kepastian dalam perencanaan keberangkatan jamaah.
“Ketika masa tunggu haji khusus telah mencapai sembilan tahun, masyarakat perlu mempersiapkan perjalanan hajinya jauh lebih awal. BSI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan haji dan menjadi mitra yang membantu masyarakat merencanakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci dengan lebih baik, terarah, dan sesuai prinsip syariah,” ujar Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangannya.
Melalui sinergi dengan PIHK, BSI menghadirkan layanan yang menghubungkan kebutuhan calon jamaah dengan penyelenggara ibadah haji yang terpercaya. Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan jaringan dan layanan perbankan syariah BSI dengan pengalaman PIHK dalam penyelenggaraan haji. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh akses layanan yang lebih komprehensif sejak tahap perencanaan hingga keberangkatan.
“PIHK memiliki kedekatan dengan calon jamaah dan memahami kebutuhan mereka secara langsung. Karena itu, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman layanan haji yang lebih terintegrasi, memberikan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian bagi masyarakat dalam merencanakan keberangkatan ke Tanah Suci,” lanjut Erwan.
Ekosistem haji
Melalui kerja sama ini, BSI menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem haji nasional serta mendampingi masyarakat Indonesia di setiap tahap perjalanan menuju ibadah haji. Kerja sama ini memperluas akses terhadap layanan syariah yang memberikan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi calon jamaah.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki posisi strategis dalam ekosistem haji nasional. Saat ini BSI merupakan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan pangsa penerimaan setoran haji reguler terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 83%.
Sementara pada segmen haji khusus, BSI menguasai pangsa sekitar 35,40%. Bagi BSI, penguatan ekosistem haji merupakan bagian dari komitmen untuk semakin dekat dengan kebutuhan spiritual dan finansial masyarakat Indonesia.
Dengan dukungan layanan perbankan syariah yang komprehensif serta jaringan mitra yang terus berkembang, BSI ingin memastikan bahwa perjalanan menuju Tanah Suci dapat dipersiapkan dengan lebih baik, lebih terarah, dan lebih pasti. (JB/03/Wid)


