Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 10/2/2026). Sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, UMKM memegang peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Di tengah percepatan transformasi digital, akses terhadap sistem pembayaran digital yang andal dan terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mempermudah transaksi, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing UMKM.
Menanggapi kebutuhan tersebut, PT iForte Payment Infrastructure (iFortepay), anak usaha PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), berperan aktif dalam mendukung UMKM melalui layanan acquiring QRIS. Layanan ini memungkinkan pelaku usaha memperoleh QRIS tanpa persyaratan membuka rekening baru.
“Inisiatif ini membuka akses pembayaran digital yang lebih inklusif, memudahkan transaksi, dan mempercepat adopsi ekonomi digital di kalangan UMKM,” ujar CEO iFortepay Valerino Wijaya dalam keterangannya.
“Kami melihat masih banyak pelaku usaha kecil yang kesulitan akses karena hambatan administratif. iFortepay hadir sebagai solusi yang mempermudah proses tersebut agar dapat membantu UMKM berkembang secara berkelanjutan,” tambah Valerino.
Hambatan akses
Terkait inklusi keuangan digital, hingga kini banyak UMKM masih terkendala proses pendaftaran yang rumit dan persyaratan administratif yang ketat. Kondisi ini menghambat mereka untuk memanfaatkan berbagai metode pembayaran nontunai yang kini menjadi preferensi konsumen.
Sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang UMKM, iFortepay menyederhanakan proses pembuatan QRIS dengan hanya memerlukan KTP, foto selfie dengan KTP, dan informasi dasar usaha.
Melalui platform iFortepay, pelaku usaha akan mengelola transaksi secara real-time dengan pilihan QRIS statis maupun dinamis, didukung struktur biaya yang kompetitif serta berbagai metode pembayaran on the spot. Seluruh transaksi mulai dari status dibuat, masuk, hingga pending dapat dipantau langsung melalui aplikasi, sekaligus dilengkapi fitur pengunduhan laporan keuangan.
“UMKM membutuhkan solusi pembayaran yang tidak rumit, transparan, dan terjangkau. iFortepay hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut, agar pelaku usaha lokal bisa fokus mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani proses teknis yang kompleks,” tambah Valerino Wijaya.
Ekosistem digital UMKM
Saat ini, iFortepay melayani merchant segmen UMKM sebagai kontributor terbesar, dengan transaksi hingga 1,2 juta per bulan. Pada fase awal implementasi produk, iFortepay menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat pada 2026, seiring meningkatnya adopsi merchant dan preferensi terhadap pembayaran digital.
Dengan pengalaman sejak 2015, iFortepay menghadirkan sistem single point of contact yang mengintegrasikan lebih dari 20 metode pembayaran termasuk kartu kredit, direct debit, virtual account, e-wallet, dan QRIS. Pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai platform seperti OVO, DANA, LinkAja, serta seluruh aplikasi mobile banking di Indonesia.
Selain melayani UMKM dan bisnis lokal, iFortepay juga berkontribusi sebagai penyedia infrastruktur pembayaran pendukung bagi sejumlah perusahaan, termasuk XLSMART, Blibli, BCA Finance, tiket.com, dan BIMC Hospital, sebagai bagian dari ekosistem pembayaran digital terintegrasi.
“Dengan infrastruktur dan jaringan Protelindo dan Djarum yang tersebar luas, kami berharap bisa menjangkau lebih banyak UMKM, termasuk di daerah yang belum terlayani optimal. Bersama regulator, pelaku industri lain, dan komunitas UMKM, kami optimistis ekosistem digital Indonesia akan semakin inklusif dan memberdayakan pelaku usaha di seluruh level,” tutup Valerino Wijaya. (JB/03/Wid)















