Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 13/2/2026). Untuk memperkuat inklusi syariah di segmen UMKM serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi inklusif, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) berkolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Dalam kerja sama tersebut, BSI dan PNM sepakat untuk penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan untuk nasabah.
Target dari kerja sama ini adalah tercapainya integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening, transaksi keuangan, serta dukungan fasilitas perbankan syariah yang sesuai kebutuhan nasabah ultra mikro sehingga dapat memperluas penetrasi layanan finansial yang aman, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan komunitas ultra mikro.
Melalui kerja sama ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pengusaha ultra mikro, melalui peningkatan akses ke layanan keuangan formal, perluasan kesempatan pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan ekonomi rakyat dan memperluas akses permodalan, pendampingan, serta program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kecil di Indonesia.
Pada tahap awal, BSI memfasilitasi layanan keuangan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM Ultra Mikro di Aceh. Provinsi paling barat di Indonesia tersebut dipilih karena komitmen perseroan memperkuat system keuangan syariah di wilayah ini, terlebih BSI mendominasi wilayah Aceh sebagai bank syariah terbesar disana.
Untuk itu, komitmen ini menjadi bentuk kelanjutan perseroan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas segmen UMKM yang terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dorong inklusi syariah
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan BSI serius mendorong peningkatan inklusi syariah yang bisa dijangkau seluruh segmen, salah satunya UMKM. “Hal ini terbukti efektif karena sepanjang 2025 pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI mencapai Rp52,30 triliun”, ujarnya.
Ditambahkan Anton, saat ini BSI terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang menghasilkan lebih dari 4.900 UMKM binaan yang diharapkan bisa mencetak lapangan kerja baru di wilayahnya. Untuk itu, tabungan ini juga menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable”, ujarnya.
Hingga Desember 2025, total DPK BSI mencapai Rp380 Triliun tumbuh 16,20% YoY dengan komposisi CASA/dana murah sekitar 61,62% mencapai Rp234 triliun. (JB/03/Wid)















