Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 7/1/2026). Komitmen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam mendukung proyek efisiensi energi di Indonesia diwujudkan melalui kerja sama dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE).
Kerja sama strategis ini dilaksanakan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari komitmen kedua belah pihak dalam menghadirkan pembiayaan proyek Efisiensi Energi (EE) yang lebih luas di Indonesia melalui model de-risking yang menggabungkan kontrak standar, validasi teknis independen, dan asuransi performa (surety bond).
MoU tersebut ditandatangani SVP of ESG BSI Rima Dwi Permatasari dan Sustainable Finance Senior BASE, Pablo Osés Bermejo
MoU ini sebagai tonggak awal untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dalam program UK PACT, UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) yang merupakan program pendanaan kerjasama internasional Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia untuk mendukung Indonesia dalam melakukan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Proyek Efisiensi Energi ini dilakukan melalui model Energy Savings Insurance (ESI). Model ini dapat dijadikan referensi bagi pengembangan produk pembiayaan hijau atau efisiensi energi, sejalan dengan komitmen keberlanjutan yang telah dijalankan.
“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance (ESI) ini, kami harapkan dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon dan mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060”, ujar Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta dalam keterangannya.
“Komitmen ini menandai konsistensi perusahaan untuk mengimplementasikan aspek Environmental, Social, & Governance (ESG) dalam bisnis operasional serta memberikan dampak nyata terhadap pembiayaan berkelanjutan,” lanjut Bob.
Ramah lingkungan
Berbagai program dan produk ramah lingkungan terus dikembangkan guna mewujudkan visi keberlanjutan BSI yaitu “The Best Global Islamic Bank Based on Implementation of Sustainable Finance”. Di antaranya, portofolio pembiayaan berkelanjutan sebanyak 24,60% dari total pembiayaan yang telah disalurkan, yakni Rp73,16 Triliun per September 2025.
Selain itu, BSI telah melakukan penerbitan Sukuk Sustainability dengan dua tahap. Tahap pertama dan kedua Sukuk Sustainability yang diterbitkan berturut-turut sebanyak Rp3 triliun dan Rp5 triliun pada 2024 dan 2025 serta berbagai inovasi keberlanjutan yang telah BSI laksanakan. (JB/03/Wid)
bsi, bank syariah indonesia, perbankan syariah, energi berkelanjutan, energi















