DORONG UMKM NAIK KELAS DAN PERLUAS PASAR, BSI FASILITASI UMKM BINAAN IKUTI BERBAGAI EXPO

BSI melakukan penyerahan pembiayaan KUR secara simbolis kepada UMKM Penerima Sektor 4P serta ekosistem pasar pada UMKM Ramadan Fair 2026 yang berlangsung di Jember, Probolinggo dan Malang. (dok bsi)

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 9/3/2026). Komitmen Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas dan memperluas pasar dilakukan dengan berbagai langkah nyata. Salah satunya memfasilitasi UMKM untuk ikut serta dalam berbagai expo (pameran) berskala nasional maupun internasional sebagai upaya mendorong pelaku usaha grassroot agar mampu naik kelas dan memperluas pasar.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menyampaikan melalui expo menjadi salah satu strategi efektif BSI mempertemukan UMKM binaan dengan calon pembeli, mitra bisnis, hingga investor potensial. Langkah ini terbukti efektif, beberapa UMKM binaan BSI berhasil tembus di pasar internasional.

Dikatakan Erwan, hingga Desember 2025, pembiayaan UMKM BSI sebesar Rp52,58 triliun. Hal ini didorong dari berbagai kemudahan dan uniqueness layanan pembiayaan syariah diantaranya yaitu dengan menggunakan skema pembiayaan murabahah (jual beli) atau musyarakah (sharing modal kerja) yang sesuai dengan kebutuhan pembiayaan nasabah.

“Dalam setahun,kami juga terus mendorong UMKM naik kelas dengan menggelar coaching clinic mulai dari sertifikasi halal, pelatihan usaha hingga pendampingan agar UMKM bankable, pelatihan digitalisasi transaksi, literasi keuangan syariah hingga strategi branding,” ujar Erwan dalam keterangannya.

Perluas kolaborasi

Ke depan, BSI akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, komunitas, dan asosiasi bisnis, guna memperkuat ekosistem halal dan mempercepat pertumbuhan UMKM Indonesia agar mampu bersaing di pasar global. Dengan langkah ini, BSI berharap semakin banyak UMKM grassroot yang mampu naik kelas, meningkatkan kapasitas usaha, serta memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

Erwan menegaskan kesiapan BSI masuk di berbagai Expo UMKM di seluruh wilayah. Salah satunya yang saat ini digelar oleh Kementerian Keuangan dalam acara UMKM Ramadan Fair 2026 di tiga kota di Jawa Timur yaitu Jember, Probolinggom dan Malang.

Acara ini mengikutsertakan 75 UMKM binaan BSI dari berbagai sektor usaha seperti makanan dan minuman, fesyen, maupun produk halal lainnya. Pada pameran tersebut, sebagai bentuk komitmen BSI dalam mendukung kemudahan akses bagi UMKM, BSI melakukan penyerahan pembiayaan KUR kepada UMKM Penerima Sektor 4P serta ekosistem pasar di daerah Malang, Probolinggo dan Jember.

Dalam acara ini, Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan mengajak BSI untuk memperluas pertumbuhan pelaku Ultra Mikro dan pembiayaan ekosistem yang juga memungkinkan skema syariah. Melalui kolaborasi yang saling mengisi ini, PIP dapat mengisi ceruk kebutuhan pembiayaan UMKM dari sisi Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank.

Direktur Kerja Sama Pendanaan dan Pembiayaan PIP, Muhammad Yusuf meyakini bahwa akses pembiayaan saja tidaklah cukup. Untuk memastikan pelaku UMKM bisa benar-benar naik kelas menjadi UMKM, diperlukan ekosistem yang terintegrasi yang mencakup pendampingan, peningkatan kapasitas, dan fasilitas pasar seperti halnya yang disediakan oleh PIP. (JB/03/Wid)