DBS SPRING FESTIVAL 2026: STRATEGI INVESTASI UNTUK NASABAH PRIORITAS

(Kiri–kanan) Managing Director & Country Head Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia Puneet Punj, Director of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin, President Director of PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong, Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom, dan Fashion Designer Sebastian Gunawan dalam acara DBS Spring Festival 2026 di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Diskusi ini mengangkat pandangan para pakar mengenai prospek ekonomi dan strategi pengelolaan aset di Tahun Kuda Api yang relevan dengan dinamika ekonomi global saat ini. (ist)

Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 3/3/2026). Untuk menjawab kebutuhan akan perspektif pasar yang kredibel, terutama bagi nasabah prioritas DBS Treasures dan Treasures Private Client, Bank DBS Indonesia menghadirkan Spring Festival 2026 bertema “Wealth, Crafted with Purpose”. Acara ini menyajikan insight mendalam dari para pakar mengenai prospek ekonomi dan strategi pengelolaan aset yang relevan, guna mendukung keputusan investasi yang lebih percaya diri.

“DBS Spring Festival adalah signature event kami yang dirancang sebagai wadah untuk menghadirkan insight mendalam bagi nasabah private dan prioritas. Tak hanya selebrasi Hari Raya Imlek, namun juga memberikan insights terpercaya dan kredibel menyambut Tahun Kuda Api,” jelas Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom dalam keterangannya.

“Di tengah banyaknya pilihan atau kesempatan, Bank DBS Indonesia siap mendampingi nasabah untuk membuat keputusan finansial yang tepat. Sebagai mitra terpercaya untuk kekayaan global, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk memberikan perspektif tajam dan relevan agar nasabah dapat mengoptimalkan peluang di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah,” tambahnya.

DBS Spring Festival 2026 menghadirkan Angelina Fang, pakar Feng Shui dari Feng Shui Consulting Indonesia. Menurutnya tahun ini istimewa karena menghadirkan kombinasi langka antara Shio Kuda dan Api, di mana hadir elemen Api ganda dalam kondisi sangat kuat. Tahun Kuda Api diyakini membawa energi dinamis, keberanian, serta dorongan perubahan besar.

“Pergantian dari Tahun Ular Kayu ke Tahun Kuda Api membawa energi baru yang penuh semangat dan optimisme. Tahun Ular Kayu, pertumbuhan membutuhkan banyak energi dan perlu cermat mengelola sumber daya, sementara tahun Kuda Api, tren untuk bergerak cepat dan semangat berlebih, akan membutuhkan kesabaran dan ketenangan berpikir. Energi ini mempengaruhi cara kita melihat peluang, termasuk dalam investasi, karena dorongan perubahan besar bisa membuka potensi pertumbuhan yang signifikan, namun tetap perlu diiringi sikap praktis, realistis dan risiko yang terukur,” ujar Angelina Fang

Selain menghadirkan pakar finansial dan fengshui, kali ini acara Springfest 2026 juga berkolaborasi dengan Sebastian Gunawan, seorang desainer fashion ternama Indonesia melalui koleksi ‘Jie’ yang menghadirkan cheongsam dengan sentuhan baru untuk merayakan kehadiran Tahun Kuda Api.

Dalam bahasa Mandarin, ‘Jie’ berarti ‘ikatan’ yang dapat dimaknai sebagai simbol garis kesinambungan dari sebuah tradisi, warisan, dan modernitas. Melalui koleksi ini, Sebastian menghadirkan detail dekoratif yang menegaskan filosofi bahwa masa depan dibangun di atas fondasi masa lalu yang kuat. Elemen struktur yang tegas berpadu dengan siluet elegan, mencerminkan keseimbangan antara nilai heritage dan perspektif modern.

Rekomendasi investasi

Selain itu, dalam ajang ini Bank DBS Indonesia membagikan sejumlah rekomendasi investasi di awal tahun bagi masyakarat. Di tengah potensi inflasi yang dapat kembali meningkat seiring pelonggaran likuiditas global, aset riil seperti infrastruktur, properti, komoditas, dan logam mulia dapat berperan sebagai jangkar portofolio. Secara historis, aset-aset ini cenderung lebih mampu mempertahankan nilai ketika tekanan harga meningkat karena memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi nyata.

Kekhawatiran terkait keberlanjutan utang pemerintah global dan ketidakpastian geopolitik membuat emas tetap menjadi salah satu aset yang dipandang mampu menjaga stabilitas nilai. Meskipun harga emas sempat mengalami koreksi, faktor-faktor yang mendorong emas ke level tertinggi baru, seperti kekhawatiran fiskal dan keberlanjutan utang AS, ketidakpastian geopolitik, serta risiko depresiasi dolar, diperkirakan akan tetap ada.

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka siklus investasi baru yang berpotensi membentuk ulang lanskap industri dan meningkatkan produktivitas global. Investasi di sektor ini akan terus berlanjut, namun investor perlu menyadari risiko seperti valuasi yang tinggi dan pembiayaan bersifat sirkular.

Obligasi berperingkat investment-grade menawarkan profil risiko yang lebih seimbang dibandingkan kredit dengan hasil tinggi (high-yield). Rasio risiko-hasil untuk obligasi high-yield terus menunjukkan potensi yang kurang menarik, sementara produk berbasis spread tetap dapat berkinerja baik meski valuasi tinggi.

Secara keseluruhan, fokus pada kredit berkualitas A/BBB dengan tenor 5-7 tahun dapat membantu investor memperoleh pendapatan lebih stabil sekaligus menjaga ketahanan portofolio di tengah dinamika pasar yang berubah.

Pasar saham Asia di luar Jepang tetap menarik karena diperdagangkan dengan diskon sekitar 32,4% dibandingkan pasar negara maju. Kawasan ini menawarkan prospek pertumbuhan laba yang lebih kuat dan momentum ekonomi yang lebih solid dibandingkan pasar maju lainnya, sehingga menciptakan peluang menarik bagi investor yang ingin menangkap potensi jangka menengah hingga panjang. (JB/03/Wid)