Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 4/2/2026). Perum Bulog terus melakukan persiapan terkait rencana ekspor besar ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah. Untuk mematangkan rencana tersebut, Bulog melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Selasa (3/2/2026).
Rapat dipimpin langsung Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani yang didampingi Direktur Keuangan Hendra Susanto, Direktur Pemasaran Febby Novita dan Direktur Operasi Andi Afdal. Sementara dari Kemenhaj hadir Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jainul Effendi. Turut hadir juga perwakilan dari Kementerian Perdagangan yang mengikuti rapat melalui saluran daring.
Rapat ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan, kesiapan teknis, dan langkah operasional guna memastikan pelaksanaan ekspor berjalan tepat waktu, berkualitas, dan sesuai standar pasar internasional, seiring semakin dekatnya musim Haji.
Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan optimismenya atas peluang ekspor beras tahun ini.
“Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan Haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dan support dari seluruh kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Haji dan Umrah dan Kementerian Perdagangan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Kesehatan jamaah
Di sisi lain, Jainul Efendi menekankan pentingnya ekspor beras lokal demi kenyamanan dan kesehatan jemaah Indonesia.
“Ini menjadi semangat kita bersama bahwa kita bisa mengekspor beras ke Arab Saudi, karena alasan utamanya adalah jamaah dari Tanah Air tidak terbiasa mengonsumsi nasi atau beras selain beras lokal, yang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan selama menjalankan ibadah,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan hari ini, Bulog juga menyelenggarakan uji tanak terhadap beberapa sampel beras yang diusulkan untuk ekspor. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai tekstur, aroma, rasa, dan kualitas nasi setelah dimasak, guna memastikan bahwa beras yang akan dikirim memenuhi preferensi konsumen serta standar mutu premium. Hasil uji tanak ini menjadi salah satu dasar dalam penentuan jenis beras dan merek yang akan digunakan dalam program ekspor.
Rapat koordinasi ini juga menegaskan kesiapan Indonesia dalam memanfaatkan momentum surplus beras nasional 2025, yang menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan sekaligus membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas peran sebagai eksportir beras di pasar global. (JB/03/Wid)















