Jakarta, JaringBisnis (8/4/2026). Komitmen PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mendukung kemajuan sektor UMKM kembali diwujudkan dengan penyaluran KUR Syariah sebesar Rp1,65 triliun pada Januari dan Februari 2026. Jumlah yang setara 11,1% kuota 2026 tersebut disalurkan kepasa lebih dari 11 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Dari total pembiayaan KUR Syariah yang disalurkan, sebesar 65% dialokasikan ke sektor produksi dan 35% ke sektor non-produksi sesuai amanat pemerintah. Komposisi ini mencerminkan strategi BSI dalam mendorong aktivitas ekonomi yang bernilai tambah serta berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan komitmen BSI dalam memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, sekaligus mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor-sektor produktif, khususnya makanan dan minuman halal, jasa, serta perdagangan.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan. “Penyaluran pembiayaan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan analisis makroekonomi serta tren kualitas pembiayaan, guna memastikan portofolio tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Kemas dalam keterangannya..
Dengan didukung berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah, BSI optimistis pertumbuhan UMKM akan tetap solid sepanjang 2026. BSI melihat ekosistem UMKM terus menguat, didorong oleh program seperti KUR Syariah, pengembangan ekosistem MBG melalui penyediaan SPPG, serta pembiayaan mikro dan SME. “Selain itu, tren positif sektor halal di awal tahun juga menjadi sinyal kuat bagi pertumbuhan ke depan,” ujar Kemas.
Perkuat performa
Di sisi lain, kinerja positif di segmen UMKM turut memperkuat performa BSI secara keseluruhan. Hingga Februari 2026, total pembiayaan perseroan mencapai Rp323 triliun atau tumbuh 14,32% secara tahunan (YoY), dengan kontribusi signifikan dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas. Sementara itu, pembiayaan ritel termasuk UMKM tercatat sebesar Rp52,43 triliun atau tumbuh 6,10% (YoY).
BSI juga terus memperkuat ekosistem pendukung UMKM melalui berbagai inisiatif strategis, mulai dari pendampingan usaha, pelatihan, business matching, hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center, serta juga pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM binaan. Upaya ini bertujuan untuk mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun global.
“Ke depan, BSI akan terus memperkuat dukungan terhadap program Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan segmen ritel. Optimalisasi fungsi intermediasi antara dana pihak ketiga dan pembiayaan menjadi kunci dalam menjaga kinerja yang solid dan berkelanjutan,” pungkas Kemas. (JB/03/Wid)
bsi, bank syariah indonesia, perbankan syariah, umkm, ekonomi syariah














