Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 11/4/2026). Untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mempercepat transformasi digital berbasis prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Langkah ini dinilai efektif meningkatkan jumlah nasabah sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengatakan transformasi digital menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah.
“Penguatan tata kelola melalui transparansi dan kemudahan akses informasi transaksi menjadi bagian penting dalam akselerasi digital. Hal ini mendorong masyarakat beralih ke layanan perbankan syariah yang lebih mudah, aman, dan kompetitif,” ujar Bob dalam keterangannya.
Strategi tersebut membuahkan hasil positif. Sejak merger, jumlah nasabah BSI telah melampaui 23 juta, didominasi generasi muda dan milenial.
Di saat yang sama, pengguna mobile banking BSI juga telah menembus lebih dari 9 juta orang. Akselerasi digital tersebut salah satunya ditopang oleh superapps BYOND. Dalam satu tahun sejak diluncurkan, jumlah pengguna aplikasi ini melonjak 197 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Pertumbuhan signifikan juga terlihat pada pembukaan tabungan haji melalui BYOND yang meningkat 108 persen YoY menjadi 380.000 nasabah. Secara keseluruhan, transaksi di BYOND mencapai 730 juta transaksi atau tumbuh 52 persen YoY, dengan nilai transaksi menembus Rp820 triliun atau meningkat 48 persen secara tahunan. (Data Desember 2025).
Bob menyebut digitalisasi yang dilakukan BSI tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada relevansi solusi bagi kebutuhan masyarakat.
“Digitalisasi bukan sekadar teknologi, tetapi bagaimana menghadirkan solusi keuangan syariah yang cepat, aman, dan sesuai kebutuhan, dengan tetap mengedepankan prinsip ESG,” kata dia.
Pengelolaan dampak lingkungan
Dalam aspek keberlanjutan, BSI juga mencatat upaya pengelolaan dampak lingkungan melalui pengukuran emisi karbon. Perseroan mencatat emisi Scope 1 sebesar 19.374,40 tCO2eq dan Scope 2 sebesar 70.356,55 tCO2eq.
Selain itu, BSI telah membangun 70 unit reverse vending machine (RVM), 13 stasiun pengisian kendaraan listrik, serta 11 instalasi panel surya di kantor operasional.
Di sisi sosial, optimalisasi penyaluran zakat dan berbagai program pemberdayaan masyarakat terus diperkuat sebagai bagian dari kontribusi terhadap kesejahteraan umat.
Atas inisiatif tersebut, BSI meraih penghargaan sebagai The Most Innovative Digitalization of Sharia Bank 2026 for Embedding ESG Principles Into Sharia Digital Banking Ecosystem.
“Ke depan, BSI menargetkan penguatan kapabilitas digital dan perluasan ekosistem layanan guna mendorong pertumbuhan transaksi dan inklusi keuangan syariah secara berkelanjutan,” pungkas Bob. (JB/03/Wid)















