Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 6/8/2026). PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus melakukan upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menghadirkan 71 Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI di berbagai pasar tradisional di Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang hingga Makassar.
Melalui Lapak BSI, masyarakat kini tidak perlu datang ke kantor cabang untuk memperoleh berbagai layanan perbankan syariah karena layanan tersebut hadir lebih dekat dengan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Kehadiran Lapak BSI merupakan bagian dari komitmen perseroan mempercepat inklusi keuangan syariah, khususnya bagi pedagang pasar, pelaku UMKM, dan masyarakat yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan.
Dengan mendekatkan layanan ke pusat-pusat perdagangan, BSI ingin memastikan semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati layanan perbankan syariah secara mudah, cepat, dan nyaman.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan bahwa inklusi keuangan bukan hanya tentang memperbanyak jumlah layanan. Tetapi juga menghadirkan layanan di lokasi yang benar-benar dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin layanan syariah hadir di tempat masyarakat menjalankan aktivitas ekonominya setiap hari. Ketika akses semakin dekat, masyarakat akan semakin mudah membuka rekening, melakukan transaksi digital, memperoleh pembiayaan usaha, hingga memanfaatkan berbagai solusi keuangan syariah untuk mengembangkan usahanya karena bisa langsung berkomunikasi dengan tim BSI di lapangan. Inilah komitmen BSI dalam memperluas inklusi keuangan syariah,” ujarnya.
Melalui Lapak BSI, masyarakat dapat mengakses beragam layanan, Misalnya pembukaan rekening, QRIS BSI, pembiayaan KUR Syariah, layanan Bank Emas melalui BYOND by BSI, serta cicil dan gadai emas. Bahkan, Lapak BSI juga bisa memberikan konsultasi usaha agar masyarakat memperoleh solusi keuangan yang lebih lengkap tanpa harus meninggalkan aktivitas usahanya di pasar.
Meningkat
Keberadaan Lapak BSI juga mendorong semakin luasnya penggunaan layanan digital di pasar tradisional. Hingga Juni 2026, jumlah merchant BSI QRIS telah mencapai 585 ribu merchant di seluruh Indonesia dan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan transaksi non-tunai yang lebih cepat, aman, dan efisien.Digitalisasi tersebut tidak hanya memudahkan pedagang dan pembeli, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha dari pemasok hingga konsumen.
Ke depan, BSI akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelola pasar, dan komunitas UMKM agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan keuangan syariah.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BSI untuk menghadirkan layanan yang inklusif, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta memperkuat peran perbankan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dengan menghadirkan layanan lebih dekat ke pusat aktivitas masyarakat, BSI menegaskan bahwa inklusi keuangan syariah bukan sekadar memperluas jaringan, melainkan memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan keuangan modern, aman, dan sesuai prinsip syariah. (JB/03/Wid)
#bank syariah indonesia #umkm #perbankan syariah


