Jakarta, JaringBisnis (Senin, 27/7/2026). PT Bank Negara Indonesia (BNI) terus memperluas peran dalam ekosistem ekonomi digital. Dari sebelumnya berfokus sebagai penyedia produk perbankan, menjadi penghubung kebutuhan transaksi nasabah korporasi, usaha kecil dan menengah, serta ritel.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat pengembangan layanan keuangan terintegrasi melalui BNIdirect Bisnis, Open Banking API, serta kolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial dan berbagai platform digital.
Melalui penguatan BNIdirect Bisnis, Open Banking API, dan kemitraan digital, perseroan berupaya menjaga relevansi layanan di tengah perubahan kebutuhan nasabah. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas konektivitas antarpelaku usaha serta mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi digital yang aman dan berkelanjutan.
Komitmen itu disampaikan dalam rangkaian Future Finance Jakarta 2026 yang berlangsung di AYANA Midplaza Jakarta, beberapa waktu lalu. Forum tersebut dihadiri sekitar 200 pengambil keputusan dari industri perbankan, asuransi, teknologi finansial, pembayaran, dan ekosistem digital.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan perbankan tetap memiliki peran penting di tengah pertumbuhan platform digital karena ditopang oleh kepercayaan, tata kelola, kepatuhan, dan infrastruktur keuangan.
“Bank tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga menjadi mitra strategis yang menghubungkan berbagai pelaku usaha dan platform digital dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Okki seperti dikutip bni.co.id.
Melalui Open Banking API, sistem perbankan BNI dapat terhubung secara aman dengan aplikasi atau platform milik mitra. Integrasi tersebut memungkinkan layanan pembayaran, penerimaan dana, dan kebutuhan transaksi lainnya diakses langsung melalui platform yang digunakan nasabah.
Penghubung ekosistem
BNI juga mengembangkan konsep Banking as a Service dengan menyediakan API yang fleksibel. Layanan ini juga mudah diintegrasikan, dapat dikembangkan sesuai pertumbuhan transaksi, serta dilengkapi standar keamanan dan ketersediaan layanan.
Pendekatan tersebut memungkinkan layanan perbankan hadir secara langsung dalam aktivitas bisnis pelanggan. Dengan demikian, nasabah tidak selalu harus berpindah ke kanal perbankan untuk melakukan transaksi atau mengakses layanan keuangan.
Ke depan, bank milik pemerintah ini melihat layanan keuangan akan semakin terintegrasi dengan proses bisnis pelanggan. Pemanfaatan kecerdasan artifisial juga diproyeksikan dapat membantu bank menghadirkan layanan yang lebih personal, efisien, dan berbasis data.
“Kami menempatkan diri sebagai fondasi kepercayaan, penghubung ekosistem, sekaligus penyedia layanan keuangan terintegrasi melalui API untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang semakin terkoneksi dan inklusif,” kata Okki. (JB/03/Wid)


