Jakarta, JaringBisnis (Jakarta, 30/9/2026). BTN Housingpreneur menjadi ruang bagi generasi muda dan pelaku usaha untuk mengembangkan solusi perumahan dari sudut pandang yang lebih luas. Melalui ajang ini, BTN mendorongk lahirnya inovasi dan ide-ide segar terkait bisnis perumahan.
“Kami datang bukan untuk mengatakan bahwa BTN telah memiliki seluruh solusi, tetapi justru ingin bertanya kepada generasi muda: solusi apa yang kalian punya? BTN Housingpreneur tidak hanya mencari entrepreneur yang sudah memiliki usaha, tetapi juga calon entrepreneur dan inovator yang mungkin hari ini baru mempunyai ide atau konsep,” ujar Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan dalam keterangannya.
Menurut Rully, sektor perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan rumah. Bisnis perumahan juga mencakup desain, arsitektur, konstruksi, material, teknologi, keberlanjutan, pembiayaan, hingga berbagai layanan. Hal tersebut sejalan dengan transformasi BTN menuju Beyond Mortgage dan peran perseroan dalam memperkuat ekosistem perumahan nasional.
“Tantangannya bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, tetapi menghadirkan hunian yang lebih terjangkau, berkualitas, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peserta perlu memulai bukan hanya dari pertanyaan ‘saya ingin membuat apa’, melainkan ‘masalah apa yang ingin saya selesaikan’,” kata Rully.
3 pilar
Tahun ini, BTN Housingpreneur telah memasuki Batch 3 yang kick off-nya dilakukan di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (28/9/2026). Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, kompetisi ini menargetkan 1.500 submission dari mahasiswa, masyarakat umum, pengusaha, serta pengembang untuk menjawab berbagai tantangan di sektor perumahan. Pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dibuka mulai 28 September hingga 30 November 2026 dan tidak dipungut biaya.
Mengusung tema “Elevate Beyond Your Limit”, BTN Housingpreneur Batch 3 berfokus pada tiga pilar yaitu Sustainability, Technology, dan Access. Peserta dibagi dalam dua kelompok utama yakni Business Ideation bagi mahasiswa dan masyarakat umum serta Established Business bagi pengusaha dan pengembang.
Kelompok Business Ideation mencakup kategori Rumah Nusantara, Housing Design, dan Housing Innovation. Sementara itu, Established Business meliputi Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.
Rully menegaskan BTN Housingpreneur tidak berhenti pada penentuan pemenang. Peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan dalam pengembangan model bisnis dan kemampuan presentasi, sebelum dipertemukan dengan unit bisnis BTN, pengembang, nasabah, dan mitra dalam proses business matching.
“Ini bukan hanya kompetisi ide. Ide yang terpilih akan mendapatkan coaching dan mentoring, kemudian dapat dipertemukan dengan kebutuhan bisnis yang ada. BTN juga dapat memberikan solusi pembiayaan agar inovasi tersebut berkembang menjadi usaha dan hadir di pasar,” ujar Rully.
Wakil Ketua Umum 2 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Firman S Herwanto menilai BTN Housingpreneur dapat mendorong gagasan desain berkembang menuju implementasi dan model bisnis yang berkelanjutan. Menurutnya, inovasi perumahan tidak cukup hanya menawarkan aspek visual, tetapi harus menjawab kebutuhan masyarakat serta mempertimbangkan kualitas dan keberlanjutan bangunan.
“Kami berharap semakin banyak praktisi muda yang berbagi gagasan segar, tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga menghadirkan program yang tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat yang membutuhkan perumahan. Inovasi juga perlu mempertimbangkan penggunaan material ramah lingkungan, efektivitas desain, dan siklus hidup bangunan yang lebih panjang,” ujar Firman. (JB/03/Wid)


