Live News

28.3°C
  • Jakarta
September 4, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiBYD RESMIKAN FASILITAS MANUFAKTUR DI SUBANG

BYD RESMIKAN FASILITAS MANUFAKTUR DI SUBANG

Jakarta, JaringBisnis. (Jumat, 4/9/2026). Fasilitas manufaktur kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) BYD,  Kamis (239/2026) diresmikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Hadir dalam acara peresmian Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Fasilitas manufaktur pertama BYD di Indonesia ini berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun. Pabrik ini dibangun sekitar 20 bulan dan menjadi fasilitas produksi BYD ke-13 secara global.

YD menandai dimulainya produksi lokal melalui roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 BYD yang diproduksi secara lokal di Indonesia. Model tersebut bersama BYD M6 EV menjadi kendaraan keluarga yang mengawali produksi lokal BYD.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kehadiran pabrik BYD tidak sekadar menambah fasilitas produksi kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri kendaraan listrik nasional.

“Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri,” kata Agus.

Agus menambahkan, pemerintah tengah mengkaji skema insentif yang mempertimbangkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kebijakan tersebut diharapkan mendorong produsen meningkatkan penggunaan komponen lokal sekaligus memperkuat rantai pasok industri nasional.

BACA JUGA  MODIFIKASI AEROX ALPHA BIKIN KAUM MUDA MAKIN GAYA

Vice President BYD Co Ltd sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang mengatakan pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen BYD untuk memperkuat industri kendaraan energi baru di Indonesia.

“Peresmian fasilitas manufaktur ini merupakan tonggak penting sekaligus babak baru dalam perjalanan BYD di Indonesia. Kami melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar yang penting, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam perjalanan menuju transisi energi,” ujar Liu.

Menurut dia, BYD akan membawa pengalaman, teknologi, dan kapabilitas manufaktur global untuk mendukung pengembangan industri kendaraan energi baru di Indonesia.

Ciptakan lapangan kerja

Kehadiran pabrik Subang memperluas keterlibatan BYD dalam rantai industri otomotif Indonesia. Saat ini perusahaan telah melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok dan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal.

Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 lapangan kerja ketika fasilitas mencapai kapasitas produksi penuh. BYD juga mempersiapkan peningkatan TKDN hingga 60% pada Januari 2027.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan investasi BYD di Subang diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri pendukung dan meningkatkan penguasaan teknologi di dalam negeri.

“Kita melihat pembangunan pabrik BYD ini bukan hanya sebagai investasi di sektor otomotif, tetapi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri baru di Indonesia,” ujar Luhut.

Ia berharap fasilitas tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menjadi basis produksi kendaraan buatan Indonesia untuk pasar global.

BACA JUGA  FARIZON SV MASUK NOMINASI MOBIL VAN TERBAIK TAHUN INI

Tembus 100.000 unit

Pembangunan fasilitas manufaktur Subang sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Indonesia. Pangsa kendaraan energi baru disebut meningkat dari sekitar 1% pada 2022 menjadi 23% pada Juli 2026.

Sejak memasuki pasar Indonesia pada Januari 2024, BYD mencatat pertumbuhan penjualan sekaligus memperluas jaringan penjualan dan layanan. Pada Januari-Juli 2026, BYD Indonesia membukukan penjualan 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35%.

Hingga kini, lebih dari 100.000 kendaraan energi baru BYD telah dikirimkan kepada konsumen Indonesia melalui jaringan penjualan dan layanan yang tersebar di lebih dari 100 lokasi.

Selain kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV), BYD mulai memperluas pilihan elektrifikasi melalui teknologi Dual Mode (DM) pada Mei 2026. Strategi EV dan DM tersebut ditujukan untuk menyediakan pilihan kendaraan elektrifikasi sesuai kebutuhan konsumen Indonesia.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan fasilitas Subang menjadi bagian dari strategi jangka panjang BYD untuk memperkuat kemampuan manufaktur dan ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.

“Dengan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari jaringan manufaktur BYD, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan BYD juga dapat menciptakan nilai yang semakin besar bagi Indonesia,” kata Eagle.

Fasilitas Subang mengusung tingkat otomatisasi tinggi dan sistem produksi cerdas terintegrasi. Proses manufaktur utama mencakup Welding, Painting, dan Final Assembly, yang didukung teknologi robotik, digitalisasi, sistem produksi fleksibel, serta pengendalian kualitas. (JB/03/Wid)

 

Related Post