Jakarta, JaringBisnis (Jumat (16/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa pada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/1/2026) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH). IHSG ditutup pada level 9.075,406 dan sementara kapitalisasi pasar bursa mencapai Rp16.512 triliun.
Sekretaris Perusahaan PT BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangannya mengatakan data perdagangan saham di BEI selama sepekan pun ditutup mayoritas pada zona positif. Menurut data sepekan, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 3,87% menjadi Rp32,68 triliun dari Rp31,46 triliun pada pekan sebelumnya.
“Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 1,29% menjadi Rp16.512 triliun dari Rp16.301 triliun pada sepekan sebelumnya. Pergerakan IHSG turut mengalami peningkatan pada pekan ini sebesar 1,55% dan ditutup pada level 9.075,406 dari posisi 8.936,754 pada pekan lalu,” jelas Kautsar.
Namun, perubahan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini sebesar 2,68% menjadi 60,13 miliar lembar saham dari 61,79 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami perubahan sebesar 3,24% menjadi 3,86 juta kali transaksi dari 3,99 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp947,45 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp7,30 triliun.
Satu pencatatan obligasi
Selama periode 12–15 Januari 2026, terdapat satu pencatatan obligasi di PT BEI. Pada Rabu (14/1), Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk resmi dicatatkan di BEI.
Obligasi tersebut memiliki jumlah pokok sebesar Rp1,5 triliun dan memperoleh peringkat idAA- (double A minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 adalah 7 emisi dari 6 emiten senilai Rp218,90 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 665 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp542,85 triliun dan US$134,01 juta yang diterbitkan oleh 137 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nominal Rp6.484,29 triliun dan US$352,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 6 emisi senilai Rp3,99 triliun. (JB/03/Wid)















