Live News

28.3°C
  • Jakarta
July 23, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiBANK INDONESIA PERTAHANKAN BI RATE DI POSISI 5,75%

BANK INDONESIA PERTAHANKAN BI RATE DI POSISI 5,75%

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers hari ini mengatakan Bank Indonesia memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan itu diharapkan juga mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA), serta meningkatkan likuiditas dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan.

“Keputusan yang diambil merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap konsisten memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Keputusan ini juga untuk mempertahankan inflasi pada 2026 dan 2027 berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah,” jelasnya.

Lebih jauh disebutkan, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (pro-growth). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran,” ungkap Denny.

Perkuat koordinasi

Ditambahkan Denny, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal. Hal itu dilakukan untuk memitigasi dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.

“Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah. Sinergi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong kredit/pembiayaan perbankan dilakukan melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia,” katanya. (JB/03/Wid)

Related Post