Jakarta, JaringBisnis (Minggu, 18/1/2026). Hujan deras yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu, 18 Januari 2026 menyebabkan terjadinya banjir di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan hingga pukul 11.00 WIB hari ini, terdapat 36 Rukun Tetangga (RT) dan 27 ruas jalan di DKI yang tergenang.
Dalam keterangannya, BPBD menyatakan, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan RT terbanyak yang tergenang dengan jumlah 17 RT. Sementara di Jakarta Pusat, banjir melanda 13 RT, Jakarta Timur 3 RT, serta Jakarta Utara 3 RT.
Sedangkan ruas jalan yang tergenang antara lain Jalan Cempaka Putih Barat 26, Underpass Senen, Jalan Letjeln Suprapto, Jalan Cakung Cilincing Raya, Jalan Jembatan Tiga Raya, Jalan Pluit Selatan Raya (Depan Kantor Kecamatan Penjaringan), Jalan Perumahan Green Garden, Kel. Kedoya Utara, Jalan Pangeran Tubagus Angke, serta Jalan Daan Mogot KM 13.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.
“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” jelas BPBD DKI Jakarta.
Siapkan Pasukan Oranye
Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyiagakan 1.790 Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) atau yang lebih dikenal sebagai Pasukan Orange untuk menangani sampah akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota. Kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari langkah antisipasi DLH menghadapi potensi curah hujan tinggi pada periode Januari hingga Februari 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menegaskan kesiapan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana menjadi kunci utama dalam penanganan sampah saat banjir.
“Fokus kami adalah memastikan sampah tidak menumpuk, saluran air tetap berfungsi optimal, serta lingkungan warga terdampak banjir dapat segera dibersihkan secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya dikutip jakarta.go.id.
Untuk mendukung upaya tersebut, DLH DKI Jakarta menyiagakan berbagai sarana dan prasarana, antara lain 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet, serta 25 bus toilet dan 48 toilet portabel. Selain itu, disiapkan pula ribuan peralatan kerja, seperti 1.369 cangkrang atau garpu penggaruk sampah, 1.235 cangkul, 1.329 sapu, serta 7.836 karung atau plastik sampah.
“Seluruh personel dan armada kami sebar di 25 lokasi rawan banjir untuk mempercepat penanganan sampah sekaligus menjaga fungsi drainase kota tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.
Asep menjelaskan, DLH juga menerapkan pola penanganan khusus selama musim hujan. Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) disiagakan di sembilan titik rawan banjir dengan mengoptimalkan 29 unit saringan sampah otomatis. Personel lapangan turut dilengkapi dengan perlengkapan pendukung, seperti kubus apung, bus toilet, tangki air, dan toilet portabel.
“Melalui sistem siaga ini, kami berupaya mencegah sampah menyumbat saluran air serta menjaga kelancaran aliran sungai, sehingga dampak banjir dapat ditekan secara efektif. Harapannya, warga dapat segera kembali beraktivitas di lingkungan yang aman dan bersih,” ungkap Asep. (JB/03/Wid)















