BANGUN BANGSA LUNCURKAN EMPOWER ACADEMY JAKARTA BATCH 2

Bangun Bangsa, inisiatif keberlanjutan dari Bentoel Group, meluncurkan Empower Academy Jakarta Batch 2 yang diikuti oleh 25 perempuan pelaku UMKM dari keluarga pra-sejahtera di Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat. (ist)

Dian Widyanarti, Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group mengatakan Empower Academy Jakarta dirancang untuk memberikan dukungan yang praktis dan relevan bagi perempuan pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kami juga memastikan peserta mendapatkan akses ke ekosistem yang lebih luas, termasuk perizinan dan jaringan kewirausahaan. Kami berharap kedepannya program ini dapat terus diperluas sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai program inkubasi bisnis, Empower Academy Jakarta memberikan rangkaian dukungan komprehensif bagi peserta, meliputi pelatihan intensif (perencanaan usaha, pengembangan produk, strategi penjualan, dan pengelolaan keuangan), mentoring personal, dukungan fasilitas produksi, serta pendampingan perizinan usaha seperti NIB dan sertifikasi
halal.

Kelanjutan Batch 1

Program ini merupakan kelanjutan dari Batch 1 yang telah dilaksanakan pada 2025 di Kelurahan Malaka Sari, Jakarta Timur. Pada Batch 2, mayoritas peserta telah memiliki usaha skala kecil, sementara sebagian lainnya berada pada tahap awal merintis usaha.

Dalam program ini Bangun Bangsa bekerja sama dengan SheStarts Indonesia dan Dinas Sosial DKI Jakarta untuk memastikan ketepatan sasaran program, termasuk dalam proses seleksi peserta, validasi data, serta membuka akses ke ekosistem kewirausahaan seperti Jakpreneur.

Untuk menjaga keberlanjutan dampak, Empower Academy juga mengembangkan komunitas alumni sebagai wadah berbagi pengalaman, pendampingan lanjutan, serta penguatan kapasitas usaha secara berkelanjutan.

Empower Academy merupakan bagian dari komitmen Bangun Bangsa dalam menciptakan akses ekonomi yang setara bagi kelompok masyarakat rentan, komunitas pedesaan, dan masyarakat dalam rantai pasok tembakau, sekaligus mewujudkan nilai keberlanjutan perusahaan. (JB/03/Wid)