Jakarta, JaringBisnis (Minggu, 11/1/2026). Sepanjang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 4.179.095 pelanggan. Jumlah tersebut tumbuh 12,02 persen dibandingkan periode Libur Nataru tahun lalu yang tercatat sebanyak 3.730.584 pelanggan.
Dari total tersebut, 3.432.968 pelanggan atau 75,12 persen melakukan pembelian tiket melalui Access by KAI. Capaian ini menegaskan peran Access by KAI sebagai kanal utama pilihan masyarakat dalam merencanakan perjalanan. Hal itu sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan digital KAI yang praktis, cepat, dan terintegrasi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa Access by KAI dirancang sebagai pusat kendali perjalanan pelanggan, bukan sekadar aplikasi pembelian tiket.
“Access by KAI kami kembangkan untuk memudahkan pelanggan mengatur perjalanan secara mandiri, mulai dari pembelian, reschedule, hingga pembatalan tiket tanpa harus datang ke stasiun, sepanjang tiket terdaftar atas nama pribadi atau salah satu penumpang dalam kode booking,” ujar Anne dalam keterangannya.
Lebih dari itu, Access by KAI juga menghadirkan ekosistem layanan digital yang terintegrasi. Melalui satu aplikasi, pelanggan dapat mengakses berbagai layanan pendukung seperti pemesanan hotel, E-Porter, pembayaran listrik, hingga konektivitas antarmoda seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek.
“Ini bukan hanya soal kemudahan, tetapi tentang bagaimana kami menghadirkan pengalaman perjalanan yang utuh dalam satu genggaman,” tambah Anne.
Perkuat layanan digital
Sebagai bagian dari komitmen KAI terhadap keberlanjutan dan efisiensi layanan, Access by KAI juga dilengkapi dengan fitur Carbon Footprint serta pendaftaran face recognition boarding yang kini tersedia di 22 stasiun. Fitur ini memungkinkan proses boarding berlangsung lebih cepat, efisien, dan nyaman, terutama pada periode dengan volume perjalanan tinggi seperti Nataru.
“Kami melihat digitalisasi tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga membantu pelanggan merencanakan perjalanan dengan lebih tertib dan terukur. Inilah mengapa penguatan ekosistem digital terus kami dorong sebagai bagian dari transformasi layanan KAI,” jelas Anne.
Lebih jauh, Anne menyampaikan apresiasi dan terima kasih KAI atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan selama periode Nataru.
“Ke depan, KAI akan terus memperkuat layanan digital, memperluas integrasi antarmoda, serta meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan. Transformasi ini kami jalankan secara berkelanjutan agar kereta api semakin relevan, nyaman, dan menjadi bagian dari gaya hidup mobilitas masyarakat,” tutup Anne. (JB/03/Wid)















