Jakarta, JaringBisnis, Sabtu (7/11/2026). Bertempat di Doss Mega Store, Ratu Plaza Jakarta, fotografer Tjandra Moh Amin menggelar Photo Exhibition bertajuk Spirit de Indonesia.
Yang unik, rangkaian karya Tjandra, adalah detik demi detik momentum yang ia tangkap dalam gelaran Tour d’ Indonesia, sebuah lomba balap sepeda internasional tahunan yang diselenggarakan ISSI atau Ikatan Sepeda Sport Indonesia, sekitar dua dekade silam.
“Foto-foto ini saya kumpulkan dari tahun 2003 hingga tahun 2009, di mana hanya terlewatkan tahun 2007 saja,” papar eks wartawan Tabloid Bola ini,”sepertinya, belum pernah ada pameran foto yang dilatar belakangi peristiwa road race cycling.”
Tjandra bukan hanya merekam peristiwa, ia mencoba memberi warna dan atmosfer tidak biasa pada beberapa tangkapan lensanya, sehingga terkadang satu foto saja dapat bercerita dan memberi interpretasi beragam.
Penikmat karya foto, kerap seperti ‘dipaksa’ untuk berhenti lama pada satu karya foto dan mencoba mencari ‘kedalaman’ dari apa yang terlihat maupun tersirat.

Misalnya pada foto berlatar depan laba-laba yang memperlihatkan hewan ini bergerak lambat, sementara di latar belakang, gerakan sepeda yang cepat dan blur memberi kesan kontradiktif. Jelas, bahwa Tjandra bukan hanya menunggu momentum melainkan aktif menciptakan momentum yang, ya, barangkali hanya sepersekian detik saja.
Di beberapa foto lainnya, ia justru menjadikan aktivitas masyarakat sebagai latar depan. Bisa dibayangkan, bagaimana Tjandra harus beberapa kali mendahului rombongan pebalap dan mengambil angle-angle yang ‘mahal’ dan terkadang dari ketinggian. Jangan lupa, di masa itu belum ada drone.
Hadirnya Para Legenda Hidup
Bukan hanya karya yang ditampilkan, juga para legenda hidup pesepeda Indonesia datang untuk berbagi kisah. Adalah Paimo dan Arizona, dua touringer lintas benua, yang datang menjadi pembicara di talkshow ‘Bentang Alam, Rentang Mental’, hari ini.
Kisah Arizona dan Paimo (Bambang Hertadi Mas), yang dipandu Nirfan Rifki, memang selalu memukau. Ribuan kilometer ragam jalan dan rintangan, 70 gunung di dunia, adalah rekam jejak dan rekam lensa yang mampu menggetarkan hati pengunjung.

“Saya akan mengumpulkan semua data yang dibutuhkan, menganalisanya. kemudian dari sana saya akan mengukur diri -mampu atau tidak melakukan hal ini. Jika tidak, saya akan mencoba mencari alternatif maupun jalan keluar. Selanjutnya, baru mengeksekusinya,” kata Paimo terkait persiapannya melakukan touring. Pria ini pernah mengatakan, bahwa persiapan adalah 90 persen dari sebuah perjalanan panjang. Karena dengan persiapan yang baik, maka kekuatan mental akan terbangun.
Pameran Spirit de Indonesia ini, rasanya dapat menjadi oase bagi mereka yang mencintai Indonesia, dan mencoba merekamnya dari atas sadel sepeda. Gelaran yang diselenggarakan pada 6 hingga 15 November 2026 ini barangkali bisa menjadi salah satu referensi fotografer masa kini untuk memperkaya ilmu yang telah dimiliki. Semoga! (JB/02/Glg)


