Live News

28.3°C
  • Jakarta
September 16, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiMENKEU SUAHASIL TEGASKAN KOMITMEN JAGA KREDIBILITAS APBN

MENKEU SUAHASIL TEGASKAN KOMITMEN JAGA KREDIBILITAS APBN

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 14/9/2026). Komunikasi publik yang dapat dipercaya, menjadi hal penting dalam pengelolaan keuangan negara. Hal tersebut diungkapkan Suahasil Nazara usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) di Istana Negara, Jakarta, hari ini. Suahasil menjadi Menkeu menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang secara tiba-tiba dicopot.

Dikatakan, kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dibangun tidak hanya melalui kebijakan yang sehat, tetapi juga melalui komunikasi yang konsisten kepada masyarakat.

“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.

BACA JUGA  PURBAYA OPTIMISTIS PERTUMBUHAN EKONOMI 2026 TEMBUS 6 PERSEN

Lebih jauh, Suahasil memastikan APBN akan digunakan mendukung program-program prioritas pemerintah. “Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ungkapnya.

“Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” lanjut Suahasil seperti dikutip setneg.go.id.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan terus bekerja untuk menjadikan APBN sebagai instrumen yang mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional. Suahasil juga memastikan bahwa defisit APBN akan tetap dijaga di bawah batas 3 persen. “Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegasnya.

BACA JUGA  APBN 2026 MOTOR MENUJU PERTUMBUHAN EKONOMI

Efisiensi anggaran

Terkait efisiensi, Suahasil menegaskan bahwa efisiensi APBN tidak semata-mata dimaknai sebagai pemotongan belanja. Efisiensi harus memastikan setiap anggaran yang digunakan menghasilkan keluaran yang maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan _output_ yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Suahasil.

Dalam mengemban amanah barunya, Suahasil turut memastikan proses transisi di Kementerian Keuangan akan dikoordinasikan dengan baik. Dengan demikian, pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan berbagai program pemerintah dapat terus berjalan secara berkesinambungan. (JB/03/Wid)

Related Post