Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 5/9/2026). PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus melakukan upaya memperkuat sinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu diwujudkan dengan kunjungan kehormatan (courtesy visit) Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy ke Kantor PBNU, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan BSI diterima langsung Ketua Umum Pengurus Besar (PBNU) terpilih masa khidmat 2026-2031 KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).
“Alhamdulillah, BSI mendapatkan kehormatan menjadi institusi pertama yang diterima oleh KH Abdul Hakim Mahfudz di hari pertama beliau berkantor di PBNU. Kami mengucapkan selamat dan mengapresiasi NU atas terselenggaranya Muktamar ke-35 dengan sukses. Kami berharap sinergi yang sudah terjalin sangat baik selama ini dapat semakin erat dan membawa keberkahan untuk umat serta bangsa,” ujar Anggoro Eko Cahyo dalam keterangannya.
Dikatakan, NU dinilai memiliki peran strategis dalam menghadirkan gagasan inspiratif untuk mendorong kemajuan umat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kolaborasi BSI dan NU diarahkan pada pengembangan ekosistem kelembagaan, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan ekosistem pesantren secara menyeluruh.
Kemandirian pesantren dan solusi digital
Lebih lanjut, BSI terus memfokuskan upaya penetrasi layanan keuangan syariah di lingkungan pesantren di seluruh Indonesia. Saat ini, BSI telah dipercaya mengelola layanan keuangan di lebih dari 14.000 pesantren di tingkat nasional. Dari jumlah tersebut, sekira 23,9% berlokasi di Jawa Timur yang merupakan salah satu basis pesantren terbesar di Tanah Air.
BSI berkomitmen mendorong pesantren untuk “naik kelas” dan semakin mandiri secara ekonomi. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyediaan kemudahan berbagai layanan terintegrasi seperti kehadiran BSI Agen atau aplikasi BYOND by BSI.
“Melalui penguatan layanan perbankan digital ini, BSI ingin memastikan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu bertransformasi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional,” tutup Anggoro. (JB/03/Wid)


