Live News

28.3°C
  • Jakarta
September 3, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiINDUSTRI MOBIL LISTRIK, VINFAST KEBUT REALISASI TKDN 80%

INDUSTRI MOBIL LISTRIK, VINFAST KEBUT REALISASI TKDN 80%

Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 3/9/2026). Pasar mobil listrik di Indonesia terus meningkat. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mobil listrik nasional melonjak dari 10.327 unit pada 2022 hingga menembus 103.931 unit pada 2025.

Laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia turut memperkuat fakta ini. Pangsa pasar EV nasional telah menyumbang 18% dari total penjualan mobil baru, melampaui rata-rata ASEAN (17%) serta riset Ember Energy yang mencatat porsi EV Indonesia telah berada di atas pasar Amerika Serikat.

Namun, saat ini Indonesia masih menjadi pasar dan bukan pusat manufaktur dan rantai pasok kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) utama di kawasan Asia Tenggara.

Kondisi ini mendorong VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam mengambil langkah strategis dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pilar manufaktur utamanya.

Bukan sekadar memasarkan unit impor, VinFast berkomitmen memperkuat lokalisasi melalui pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat. VinFast bahkan mematok target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) melampaui 40% pada 2026, meningkat hingga 60% pada 2029, dan menembus 80% mulai 2030.

Langkah ini menegaskan keseriusan VinFast untuk tidak hanya hadir sebagai penjual, melainkan juga memberdayakan potensi industri dalam negeri. Kehadiran fasilitas produksi fisik ini menjadi sinyal kuat untuk membangun rasa percaya masyarakat, sekaligus memperkokoh ketahanan rantai pasokan otomotif nasional.

BACA JUGA  BUKA DILER DI PURI INDAH, BAIC TERUS LAKUKAN EKSPANSI PASAR

Penguatan rantai pasok lokal

Langkah penyerapan TKDN ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menerapkan insentif serta regulasi ketat guna membangun ekosistem EV dari hulu ke hilir. Regulasi ini dirancang agar pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan angka penjualan, melainkan juga memajukan industri komponen nasional serta membuka lapangan kerja baru.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita beberapa waktu lalu pernah menegaskan pentingnya integrasi industri kendaraan listrik. “Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri. Hal ini untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih, sekaligus meningkatkan nilai tambah produksi nasional melalui kemitraan dengan IKM komponen lokal,” terangnya.

Menjawab tantangan tersebut, VinFast mengucurkan investasi senilai lebih dari US$ 1 miliar yang direalisasikan secara bertahap. Komitmen ini diwujudkan lewat pembangunan fasilitas pabrik perakitan seluas 171 hektare di Subang, Jawa Barat. Di awal, pabrik ini nantinya akan memiliki kapasitas produksi 50 ribu unit per tahun.

Pabrik ini dilengkapi lini produksi terintegrasi. Mulai dari pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, hingga tes kualitas berstandar global. VinFast juga menyiapkan kawasan pendukung di sekitar Subang untuk merangkul pemasok dan kontraktor lokal, menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang nyata bagi ekonomi nasional.

BACA JUGA  BUKA DILER 3S DI SURABAYA DAN MALANG, JAECOO PERLUAS JARINGAN DI JAWA TIMUR

Strategi manufaktur lokal ini tidak hanya diterapkan pada satu jenis mobil, melainkan disiapkan untuk merakit seluruh lini produk VinFast di Indonesia. Mulai dari city car VF 3, VF 5, SUV VF 6 dan VF 7,
hingga MPV listrik terbaru, VF MPV 7.

Dampak positif

Bagi masyarakat Indonesia, komitmen lokalisasi dan target TKDN 80 persen ini membawa dampak positif. Efisiensi biaya produksi dan penguatan rantai pasok dalam negeri berpotensi menekan biaya produksi dan distribusi, sehingga harga jual dan suku cadang lebih terjangkau.

Selain itu, ketersediaan komponen lokal yang melimpah memberikan kepastian purnajual, di mana proses servis dan perbaikan menjadi jauh lebih cepat tanpa kendala inden spare part impor. Dengan kata lain, strategi lokalisasi ini memberikan nilai efisiensi sekaligus keamanan investasi jangka panjang bagi para pemilik kendaraan.

Bagi VinFast, lokalisasi bukan sekadar memenuhi persyaratan regulasi. VinFast memandang upaya itu sebagai komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama industri otomotif Indonesia.

Melalui manufaktur lokal dan peningkatan kandungan komponen dalam negeri secara bertahap, VinFast ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi konsumen, pemasok lokal, dan perekonomian nasional. (JB/03/Wid)

Related Post