Live News

28.3°C
  • Jakarta
September 1, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogHumanioraSosialINFORMASI KONTRIBUSI PERTAMBANGAN TERHADAP PEREKONOMIAN PERLU DITINGKATKAN

INFORMASI KONTRIBUSI PERTAMBANGAN TERHADAP PEREKONOMIAN PERLU DITINGKATKAN

Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 1/9/2026). Isu pertambangan sering dipersepsikan secara parsial, terutama karena kuatnya tarik-menarik antara kepentingan ekonomi dan lingkungan. Di sisi lain, perhatian publik cenderung lebih besar terhadap informasi negatif.

Karena itu, informasi yang berimbang dan konstruktif mengenai industri pertambangan perlu terus diperkuat. Hal ini disebabkan besarnya kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Suhasman dalam sosialisasi pertama kompetisi karya jurnalistik MediaMIND 2026 di Unhas oleh Vale Indonesia, hari ini.

Dikatakan, masyarakat kerap merespons informasi tanpa memahami konteks secara utuh, sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak tepat.

BACA JUGA  MIND ID KONSIsTEN TERAPKAN PRINSIP KEBERLANJUTAN DI SEMUA DAERAH OPERASIONAL

“Jarang itu kita tertarik membaca seberapa banyak sudah kebermanfaatan yang didapatkan dari aktivitas menambang misalnya dan berapa banyak luas yang ditambang dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh dari tambang,” ujarnya.

Padahal, kontribusi sektor pertambangan terhadap ekonomi nasional terus berkembang. Sektor ini mulai memasuki babak baru peta jalan industri pertambangan.

Dengan cadangan mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, emas, dan timah, Indonesia terus memperkuat rantai pasok hingga industri manufakturnya secara terintegrasi.

Pengelolaan sumber daya mineral Indonesia tidak akan lagi bertumpu pada ekstraksi, tetapi perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui pengolahan dalam negeri. Pendekatan ini menjadi kunci agar manfaat yang dihasilkan lebih optimal dalam mendukung kedaulatan ekonomi nasional.

BACA JUGA  ANGGOTA DPR MINTA PERTAMBANGAN DI RAJA AMPAT DIKAJI ULANG

6 Sub Tema

Dalam konteks tersebut, kompetisi karya jurnalistik MediaMIND 2026 menghadirkan enam sub tema utama. Keenamnya yaitu Ekonomi dan Investasi, ESG & Green Mining, Hilirisasi dan Industrialisasi, Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.

Kompetisi karya jurnalistik ini resmi dimulai pada 1 Agustus 2026. Karya yang dilombakan merupakan publikasi periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026. Batas pengumpulan untuk jurnalis pada 17 September 2026, serta kategori umum, akademisi, dan pengamat hingga 25 Oktober 2026. (JB/03/Wid)

Related Post