Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 29/8/2026). PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat ekosistem keuangan syariah guna mendorong pemerataan pendidikan dan kesejahteraan ekonomi umat. Selaras dengan langkah transformasi strategis dan dukungan Danantara Indonesia untuk memperkuat peran institusi keuangan negara, BSI menggandeng Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar untuk meluncurkan BSI Deposito Wakaf Seri YPI Al Azhar.
Peluncuran program dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini diselenggarakan di sela-sela perhelatan Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 di Jakarta. Melalui inovasi ini, masyarakat dapat berpartisipasi dalam skema wakaf uang, baik temporer maupun permanen, secara ritel melalui kemudahan transaksi digital di aplikasi BYOND by BSI dan QRIS.
YPI Al Azhar dipilih sebagai mitra karena rekam jejaknya yang telah berkhidmat sejak 1952. Saat ini, YPI Al Azhar menaungi 220 sekolah yang tersebar di 22 provinsi, melayani lebih dari 61.370 siswa, serta didukung oleh 7.756 guru dan tenaga kependidikan. Jaringan pendidikan yang masif ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas gerakan wakaf uang bagi pendidikan Islam tingkat nasional.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menegaskan kolaborasi ini adalah perwujudan langkah konkret perbankan syariah untuk menjadikan wakaf uang sebagai pilar kebermanfaatan umat yang berkelanjutan.
“Penandatanganan PKS dan peluncuran program ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata, tetapi harus menjadi awal dari langkah nyata dan berkelanjutan dalam menghimpun wakaf uang. Lebih baik lahir satu gerakan penghimpunan yang benar-benar berjalan, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi umat,” ungkap Erwan dalam keterangannya.
Sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), BSI mendukung penuh peran YPI Al Azhar sebagai Nazhir (pengelola wakaf) agar penghimpunan dan pengelolaan dana wakaf dapat berjalan secara amanah dan produktif. Inisiatif sosial ini turut diperkuat oleh visi transformasi tata kelola yang dibawa oleh Danantara Indonesia, yang mendorong optimalisasi aset dan dana umat agar dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional.
Kinerja positif
Inovasi digitalisasi wakaf yang dikembangkan didukung oleh fundamental kinerja perseroan yang sangat solid. Berdasarkan data kinerja per Juni 2026, BSI mencatatkan pertumbuhan impresif dengan total aset mencapai Rp464,5 triliun atau tumbuh 15,96% secara year-on-year (YoY).
Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga melesat 21,81% YoY menjadi Rp393 triliun. Sedangkan laba bersih perusahaan tumbuh 11,08% YoY menembus Rp4,16 triliun.
Pertumbuhan finansial ini ditopang oleh basis lebih dari 24,3 juta nasabah. Lebih dari 98% transaksi BSI kini telah dilakukan melalui e-channel.
Kapasitas digital BSI terbukti efektif dalam memfasilitasi niat baik masyarakat. Ke depan, BSI dan YPI Al Azhar berharap kolaborasi strategis ini dapat menjadi model percontohan penghimpunan wakaf uang yang sukses dan dapat direplikasi secara nasional, sehingga tujuan untuk memperkuat mutu pendidikan Islam dan meningkatkan kesejahteraan umat dapat segera terwujud. (JB/03/Wid)


