Live News

28.3°C
  • Jakarta
August 20, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogHumanioraLingkunganBSI TANAM 15 RIBU POHON MANGROVE DI PESISIR ACEH TAMIANG

BSI TANAM 15 RIBU POHON MANGROVE DI PESISIR ACEH TAMIANG

Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 19/8/2026). Komitmen dalam pelestarian lingkungan diwujudkan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan penanaman 15 ribu pohon mangrove di wilayah pesisir Aceh Tamiang, Aceh. Kegiatan yang merupakan rangkaian Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026 di Aceh Tamiang berlangsung di Desa Sungai Kuruk III, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Senior Vice President Environmental, Social & Governance (ESG) BSI M. Syukron Habiby; Penelaah Teknis Kebijakan BP BUMN Hendra; Kepala UPTD KPH Wilayah VII Aceh Aang Kunaifi; serta Kepala MDSK Sungai Kuruk III Zaharuddin. Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro turut hadir secara virtual.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BSI mengimplementasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam bisnis dan operasional yang berkelanjutan. Selain itu, aksi ini selaras dengan Asta Cita Pemerintah Nomor 2 untuk mewujudkan kemandirian bangsa melalui ekonomi biru serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Nomor 1 dan 13.

Melalui inisiatif berbasis blue carbon, BSI mendukung pemulihan wilayah pesisir Aceh pascabencana dengan menanam 15 ribu pohon mangrove di lahan seluas 5 hektare. Program ini diharapkan dapat memperkuat kawasan pesisir dari potensi abrasi dan bencana sekaligus menjaga ekosistem yang menjadi bagian penting dari kehidupan dan mata pencaharian masyarakat.

BACA JUGA  BSI SCHOLARSHIP 2026 BIDIK 5.250 MAHASISWA DAN PELAJAR

Program tersebut juga diproyeksikan dapat memberdayakan lebih dari 1.300 masyarakat serta memiliki potensi penyerapan karbon tahunan lebih dari 28.500 CO2e.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan pemulihan pascabencana perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dengan membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memperkuat dan memulihkan ekosistem lingkungan yang terdampak.

“Pemulihan bukan hanya tentang mengembalikan apa yang pernah ada, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan. Melalui penanaman mangrove ini, kami ingin ikut menjaga pesisir Aceh Tamiang sekaligus mendukung masyarakat agar dapat kembali membangun kehidupan dan perekonomiannya yang selaras dengan keberlanjutan. Semoga apa yang kita tanam hari ini dapat tumbuh menjadi manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujar Anggoro dalam keterangannya.

Edukasi

Tidak hanya menanam mangrove, para relawan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pelestarian lingkungan dan pengembangan UMKM berkelanjutan. Materi yang diberikan mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemasaran, pengembangan produk, hingga pengelolaan keuangan.

BACA JUGA  KAMPUNG NELAYAN BSI WARLOKA, HARAPAN BARU MASYARAKAT PESISIR NTT

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya semakin memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan. Dengan demikian, pemulihan tidak berhenti pada aspek lingkungan, tetapi turut membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri secara ekonomi.

Penanaman mangrove dan sosialisasi UMKM ini merupakan bagian dari hari ketiga RBB 2026 di Aceh Tamiang yang berlangsung 16–19 Agustus 2026. Program tersebut menyasar masyarakat terdampak bencana, pelajar dan tenaga pendidik, pesantren dan lembaga keagamaan, serta komunitas peduli lingkungan.

Dalam pelaksanaan RBB di Aceh Tamiang, BSI tidak hanya hadir sebagai relawan, tetapi juga turut menjadi bagian dari penanggung jawab rangkaian kegiatan. Sebanyak 15 peserta terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove, terdiri dari 10 peserta perwakilan BUMN dan 5 Digital Rangers BSI.

Melalui kolaborasi ini, BSI terus memperkuat perannya sebagai Sahabat Finansial, Sosial, dan Spiritual, dengan menghadirkan kontribusi yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan hari ini, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang. (JB/03/Wid)

Related Post