Jakarta, JaringBisnis (Senin, 5/10/2026). Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, dirayakan dengan cara khas Bike to Work (B2W) Indonesia di berbagai kota di Indonesia dalam sepekan ini. Bertajuk “Membatik Jalanan, Merawat Identitas Bangsa” B2W menghadirkan outfit batik dalam aktivitas bersepeda dan mobilitas mix commuter dengan moda transportasi lainnya.
Di Jakarta, momentum kebersamaan berbatik bersepeda dilaksanakan pada Minggu (4/10/2026). Bertema “LRT Jakarta Ramah Pesepeda”, para peserta melakukan start dari Stasiun LRT Manggarai. Sebanyak 488 pesepeda dari 17 komunitas yang dikoordinasikan oleh Korwil B2W setempat, bertemu di titik finish Depo LRT Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di berbagai wilayah kota/kabupaten lain, kegiatan bersepeda berkostum batik disesuaikan dengan karakter kota dan komunitasnya.
Ketua Umum B2W Indonesia Hendro Subroto mengatakan, batik kala bersepeda merupakan bentuk maknawi menjaga batik tetap dekat dari generasi ke generasi.
“Batik adalah identitas yang sarat filosofi. Ketika kita mengenakan batik saat bersepeda, bekerja, beraktivitas di ruang publik, kita sedang membawa identitas budaya Indonesia ke dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta diwakili Rudy Saptari selaku Kasudinhub Jakarta Utara menyampaikan kekinian informasi layanan aspek perhubungan untuk pesepeda.
“Kami bekerja mewujudkan komitmen terhadap pelayanan bagi pesepeda sebagaimana roadmap serta pembudayaan melalui upaya perbaikan berkelanjutan,” ungkap Rudy dalam talkshow ‘Jakarta Terhubung bersama LRT Jakarta Ramah Pesepeda’ dipandu moderator Hani Sumarno.
“Dishub sangat terbuka terhadap masukan dan pendapat dari teman-teman pesepeda. Juga pantauan pesepeda terhadap 321,8 km jalur sepeda di seluruh wilayah Jakarta, termasuk tentunya jalur di Jalan Yos Sudarso Jakarta Utara yang spesifik dilalui kendaraan-kendaraan tonase berat,” ujar Rudy.
Pada sesi tersebut, Hendro atas nama B2W mengapresiasi berbagai komunitas bersepeda di berbagai wilayah Indonesia dalam menghidupkan suasana guyub beretika di jalan raya.
“Terima kasih telah menjadikan sepeda sebagai bagian dari gerakan untuk tujuan yang mulia yaitu merawat budaya, menjaga lingkungan, membangun ruang mobilitas yang berpihak pada manusia, dan mengajak semakin banyak orang untuk bergerak dengan cara yang sehat, ramah lingkungan, saling menghormati,” ujarnya.
Guna pembudayaan bersepeda, di akhir acara, produsen sepeda United Bike menyerahkan donasi 1 unit sepeda diarahkan pada program “Sepeda untuk Teman”. Program ini menyasar siswa remaja yang membutuhkan sepeda guna menunjang aktivitas belajar. (JB/03/Wid)


