Live News

28.3°C
  • Jakarta
September 15, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiINOVASI BIOENERGY LESTARI PERTAMINA RAIH PENGHARGAAN INTERNASIONAL

INOVASI BIOENERGY LESTARI PERTAMINA RAIH PENGHARGAAN INTERNASIONAL

Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 30/7/2026). Inovasi Bioenergy Lestari: Unlocking The Integrated Sustainable Energy Solution PT Pertamina meraih penghargaan United Nations Global Compact (UNGC). Pada ajang SDG Innovation Accelerator for Young Professionals 2026, inovasi yang dilakukan Pertamina meraih penghargaan Outstanding SDG Innovator 2026

Inovasi Bioenergy Lestari: Unlocking The Integrated Sustainable Energy Solution menghadirkan wajah baru pengelolaan kawasan perhutanan sosial. Tak hanya berfokus pada pemberdayaan masyarakat, konsep ini mengembangkan kawasan hutan menjadi ekosistem produktif yang mampu menghasilkan energi terbarukan, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus membuka peluang bisnis berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron mengatakan penghargaan ini menjadi bukti inovasi yang dikembangkan Pertamina mampu mengintegrasikan aspek keberlanjutan dengan penciptaan nilai bisnis.

“Penghargaan Outstanding SDG Innovator 2026 menunjukkan bahwa inovasi Pertamina tidak hanya memberikan dampak sosial dan lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang bisnis baru yang mendukung ketahanan energi nasional. Kami percaya inovasi merupakan salah satu penggerak utama transformasi perusahaan menuju bisnis yang lebih berkelanjutan,” ujar Baron seperti dikutip pertamina.com

Melalui Bioenergy Lestari, perseroan mengembangkan ekosistem bioenergi berbasis perhutanan sosial yang mengintegrasikan konservasi hutan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan rantai nilai energi terbarukan.

BACA JUGA  GELAR PELATIHAN TEMATIK, PERTAMINA PERKUAT BISNIS PESERTA PERTAMINA UMK ACADEMY 2025

Pendekatan ini membuka peluang pemanfaatan kawasan perhutanan sosial sebagai sumber bahan baku energi terbarukan tanpa membuka lahan baru maupun mengganggu ketahanan pangan. Salah satu komoditas yang dikaji adalah sweet sorghum sebagai alternatif bahan baku bioetanol.

Pengembangannya dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan potensi sumber daya lokal di setiap wilayah. Sebagai implementasi awal, Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memulai pilot project budidaya sweet sorghum seluas tiga hektare di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UGM, Blora, Jawa Tengah.

Ciptakan ekonomi sirkular

Selain menghasilkan bahan baku energi yang lebih ramah lingkungan, inovasi Bioenergy Lestari juga mendorong terciptanya ekonomi sirkular yakni melalui pemanfaatan produk samping bernilai tambah yang membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat keekonomian pengembangan bioenergi.

BACA JUGA  PERTAMINA GERAK CEPAT SALURKAN BANTUAN BAGI KORBAN GEMPA NTT

Menurut Baron, Bioenergy Lestari menjadi langkah strategis dalam mengembangkan perhutanan sosial yang tidak hanya berorientasi pada tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun ekonomi hijau dan mendukung transisi energi.

“Melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, kami ingin menjadikan kawasan perhutanan sosial sebagai bagian dari ekosistem bioenergi nasional yang mampu mendukung target transisi energi, memperkuat ketahanan energi Indonesia, sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perusahaan,” tambah Baron.

Inovasi Bioenergy Lestari diharapkan menjadi model pengembangan bioenergi masa depan yang mendukung diversifikasi sumber bahan baku bioetanol nasional, memperkuat implementasi bauran energi terbarukan, serta membuka peluang terciptanya bisnis rendah karbon berbasis potensi lokal. (JB/03/Wid)

#pertamina #energi

Share:

Related Post