Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 23/7/2026). Bank Mandiri mencatatkan penyaluran kredit bank only sebesar Rp1.592 triliun per Juni 2026 atau tumbuh 19,9 persen secara year on year (YoY). Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri yang sebesar 12,7 persen YoY per Juni 2026, menurut data Bank Indonesia (BI).
Pertumbuhan intermediasi tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin sehat. Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.710 triliun atau tumbuh 17,1 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK industri yang sebesar 10,2 persen YoY pada periode yang sama.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit ini turut mendorong aktivitas ekonomi di seluruh rangkaian ekosistem perekonomian nasional.
Pada ekosistem pemerintahan dan BUMN, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp489 triliun per Juni 2026 atau tumbuh 41,6 persen YoY melalui pembiayaan proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik. Ekspansi ini tetap dijalankan secara prudent, sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang menjadi acuan Bank Mandiri di setiap penyaluran pembiayaan di seluruh segmen.
Sementara itu, pada ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerakyatan, penyaluran kredit usaha mikro tumbuh 15,7 persen YoY menjadi Rp31,3 triliun memberikan akses pembiayaan yang inklusif dan berkualitas secara merata bagi individu, keluarga, masyarakat produktif, dan UMKM.
“Ekosistem-ekosistem ini saling melengkapi dan turut menopang penyaluran program prioritas nasional. Mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga perluasan akses finansial bagi UMKM dan masyarakat. Ini mencerminkan komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir sebagai ekosistem penggerak ekonomi negeri, dari kota besar hingga ke pelosok daerah,” ujar Riduan dikutip dari Public Expose Kuartal II 2026 Bank Mandiri, di Jakarta hari ini.
Kredit komersial
Peran Bank Mandiri dalam memperkuat sektor ekonomi riil juga tercermin melalui pertumbuhan yang berkelanjutan pada segmen pebisnis Indonesia. Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo mengatakan, outstanding kredit komersial tercatat mencapai Rp343 triliun per Juni 2026 atau meningkat 15,1 persen YoY.
“Kami terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional. Termasuk perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta berbagai sektor produktif lainnya. Dengan pendekatan tersebut, kami berharap pertumbuhan kredit tidak hanya mendorong ekspansi usaha nasabah, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi nasional secara lebih merata,” tutur Totok.
Pertumbuhan kredit, termasuk pada segmen UMKM dan komersial, merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat fungsi intermediasi dan mendukung aktivitas usaha nasabah. Komitmen ini turut diwujudkan melalui pemberian suku bunga kredit yang relatif ringan dan kompetitif.
Hal tersebut tercermin dari NIM Bank Mandiri yang tercatat sebesar 4,37% per Juni 2026, dibandingkan 4,63% pada Juni 2025. Kinerja intermediasi yang tumbuh sehat tersebut juga memperkuat fundamental keuangan Bank Mandiri, sehingga mendorong profitabilitas yang tetap terjaga di tengah ekspansi bisnis yang berkelanjutan.
Totok menyampaikan bahwa dukungan Bank Mandiri terhadap perekonomian nasional turut tercermin dalam kinerja perseroan sepanjang semester I 2026. Bank pelat merah ini mencatatkan pendapatan yang tumbuh 10,3% YoY dengan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun atau tumbuh 24,4 persen YoY.
Totok menjelaskan, pertumbuhan laba ini merupakan hasil nyata dari ekspansi kredit yang tumbuh sehat dan terarah, bukan pertumbuhan sesaat. “Pencapaian laba ini adalah hasil dari kualitas ekspansi kredit yang kami jaga, dengan penyaluran yang difokuskan ke sektor produktif dan padat karya, sehingga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia,” terang Totok. (JB/03/Wid)


